16 Mei 2022

Unconnected Life


Rasanya aku terputus dari dunia

Bagaimana caranya aku dapat terhubung kembali? 

Di zaman ini banyak media sosial yang dapat menjadi jembatan penghubung manusia

Tapi bagiku, rasanya semua seakan terputus

Aku hanya hidup di duniaku

Di sosial media tanpa nama

Rasanya seakan ramai, orang berbincang tentang kehidupan 

Dan aku bagian dari dunia maya mereka yang menjadi penonton

Tapi di duniaku, aku seakan mati tanpa tanda kehidupan 

Rasanya kemajuan zaman dalam teknologi ini menjadi pertanyaan lain dalam benakku

Apakah itu menjadi jembatan penghubung dunia, ataukan menjadi tembok penghalang bagi orang sepertiku? 

Aku terjebak di dunia itu dan menjadi nyaman tanpa berinteraksi dengan orang-orang

Dulu aku bersyukur karna dengan kemajuan ini membantuku berkomunikasi tanpa harus berbicara 

Berkomunikasi tanpa menunjukkan muka tanpa harus bersuara dengan wajahmu

tapi terkadang aku merasa aku merasa merindukan diriku yang lalu ketika masih banyak bersuara dengan lantang dan malu-malu

Karna aku merasa hidup :) 

Kini aku merasa sesak

Aku merasa kesulitan menghubungkan semua hal ini

Semua seakan tak terasa menyenangkan 

Jantungku tak berdegup dengan riang

Apakah itu masih terasa hidup? 

Sejak kapan semuanya menjadi salah? 

4 Feb 2022

Liberation Note

 Entah kenapa aku ingin mengetik kembali

Keinginanku menulis datang dan pergi

Apakah hidup selalu membosankan? 

Aku ingin hidup yang meriah tapi jiwaku hanya ingin yang hening

Energiku terkuras dengan cepat seperti es di siang terik

Dan menjadikannya es juga membutuhkan waktu

Apakah akan berbeda ketika kau hidup di tempat yang berbeda? 

Apakah akan berbeda jika kau terlahir lebih lambat

Aku selalu bertanya pada lembaran kertas dan file kosong di depanku

Semua pertanyaan yang berbalik kujawab dengan anggukan

"semua akan berbeda tentu saja, tapi sepertinya perasaanmu akan tetap sama

Apa yang akan membuatmu berbeda? 

Aku bosan, tetapi menjalani hidup saja melelahkan

Apakah ada yang bersamaku? 

Merasa bosan tapi selalu kelelahan dengan manusia 

Aku hanya tertawa dalam angan

Sungguh jiwa yang egois

Tapi tolong jangan berusaha menilaiku

Ini catatan kebebasanku 

Kemudian aku tersadar, siapa yang kan menilaimu? 

Aku hanya bisa tertawa.. Kau tak peduli dengan orang lain

Apakah akan ada yang memedulikanmu? 

Hukum manusia itu "give and take" 

Kau berbicara seolah ada yang akan menilaimu, 

Tetapi kau lupa orang menilaimu ketika mereka "peduli" 

Dan ketika kau orang peduli kau pun harus menunjukkan usaha yang sama 

2 Nov 2021

Semesta mendengar

 Aku tercekat

Aku teriak

Jiwa ini lemah, 

Aku berpikir keras apa yang terjadi

Padahal itu hanya  skenario di kepalaku

Aku membodohi diri dan berpikir segalanya memburuk

Oh Dunia... 


Aku hanya anak kecil tersesat

Bisakah kalian lebih ramah 

Tidak mungkin, Dunia bukan hanya berputar untukmu

Bumi berotasi selama 24 jam 

Dan tidak melambat hanya utuk jiwa lemahmu

Aku bertanya pada diri

Dan dirikulah yang menjawab dengan buruknya, 

Bisakah kau lebih baik terhadap hatimu sendiri? 

Dia hanya ingin mendengar kata-kata yang baik

Hatimu memang lemah, biarkan dia bernafas

Pikiranmu hanya terlalu luas, dan memperkeruh suasana dalam kepalamu

Sel-sel dalam kepalamu sedang berperang

20 Sep 2021

Review Film : Wadjda

Review film kali ini sih murni memang pengen bahas film timur tengah, rasanya jarang banget nonton film produksi timur tengah di layar kaca ataupun di platform semacam netfilx. Dulu pernah nonton children of heaven dan Turtles can fly, nah sekarang pas cari-cari di netflix ternyata memang ada beberapa film timur tengah dari Saudi arabia, Mesir, tidak banyak memang kebanyakan justru film tersebut tidak syuting di timur tengah. 


Kemudian nemu nih sejenis children of heaven, judulnya Wadjda (bahasa Arab: وجدة) adalah sebuah film kolaborasi Arab Saudi-German pada tahun 2012 yang ditulis dan disutradarai oleh perempuan bernama Haifaa al-Mansour. Film ini sebetulnya dibangun dengan ide yang simple, yaitu seorang anak perempuan ingin membeli sepeda dan ingin berlomba dengan seorang anak laki-laki yang merupakan teman sekaligus tetangganya. Tetapi karna budaya dan agama, Wadjda tidak bisa membelinya dengan mudah. Dia tidak diberikan uang untuk membelinya dan dilarang mengendarai sepeda oleh ibunya karna di Saudia tidak ada perempuan yang bersepeda.

12 Sep 2021

Manakala Senja


Senja manakala sore

Menemani para pencari jejak kehidupan dalam setiap langkah

Senja yang pilu hari ini

Lembayung menghiasi senja 

Adakalanya hati ini terbuai senja yang menawarkan racun 

Racun bahwa hari sudah selesai

Senja yang memabukkan 

Ratapan sunyi sembari gelap menemani

Ada hidup yang berputar dengan siklus yang sama

Terus berputar sesuai arah jarum jam

Berharap jarum jam akan berbalik arah

11 Sep 2021

YANG GALAU YANG MERACAU

Masih tentang buku, kali ini aku membahas buku yang terbit sekitar 10 tahun yang lalu tentu bukan buku yang sangat terkenal seperti laskar pelangi tetapi buku ini membuka jalanku untuk menulis semua kegelisahan dan keresahan dalam bentuk fiksi.

Buku ini berjudul "YANG GALAU YANG MERACAU - curhat (tuan) setan" karya Fahd Jibran, dari judulnya saja kita tau bahwa buku ini akan dikategorikan sebagai yang karya yang dekat dengan generasi milenial pada masanya. Buku ini menarik karna berbeda dengan buku sebelumnya aku baca yang biasanya punya plot dan alur dalam ceritanya, walau buku ini dikategorikan sebagai kisah fiksi tetapi gaya penulisannya bebas dan lebih seperti dongeng dan cerita pendek dengan berbagai pertanyaan kritis yang bikin galau. Buku ini dibagi berdasar judul dan tema lengkap dengan soundtrack lagunya, aku rekomendasikan bila kalian ingin membacanya dengarkan bersama lagu yang sedang dibahas dalam tema tersebut.

Setiap tema diceritakan tuan setan dan Rayya selalu memiliki percakapan dan tanya jawab yang alot dan saling bertukar pikiran, rasanya ketika tuan setan mendebat Rayya kita sebagai pembaca juga diberi pertanyaan dan ceramah sama tokoh tuan setan dalam buku ini. Aku sebagai pembaca rasanya diajak bertukar pikiran bersama mereka, asyik banget seolah kita mendadak jadi filsuf hidup. 

10 Sep 2021

Laskar Pelangi

Mari kita berbicara tentang "Laskar Pelangi" yang menjadi bagian dalam " my version of the Greatest Book". 

Banyak daerah di indonesia yang masih jauh dari kata layak bila dibandingkan dengan kota-kota besar dalam hal pendidikan. 

Bahwa kita semua yang mengenyam pendidikan dengan mudah harus bisa mensyukurinya, ketika melihat laskar pelangi kita bisa melihat geliat menuntut pendidikan yang sangat tinggi, bahwa mereka ingin terus berkembang setiap hari pergi sekolah walaupun harus menempuh puluhan kilo bahkan dengan keadaan yang tidak memungkinkan. Tapi yang membuatnya lebih terasa spesial adalah bagaimana mereka menikmati saat-saat bersekolah, bermain dan menjalani kehidupan dengan rasa syukur yang sama seperti kita pada umumnya walaupun dengan semua keterbatasan. Sekolah yang hanya sepuluh orang, kelas yang hampir rubuh yang setiap hujan bocor, dan ketika ujian harus menumpang ke sekolah lain karna kurangnya siswa. 

"Belajar adalah hiburan yang membuatnya lupa pada seluruh penat dan kesulitan hidup. Buku baginya adalah obat dan sumur kehidupan yang airnya selalu memberi kekuatan baru agar ia mampu mengayuh peda menantang angin setiap hari. – Lintang"

"Hidup bisa demikian bahagia dalam keterbatasan jika dimaknai dengan keikhlasan berkorban untuk sesama. Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya - Pak harfan" 

Ada banyak "Lintang" lainnya di Indonesia yang tidak bisa menikmati pendidikan karna keadaan, tidak tersentuh oleh pemerintah; mereka yang harusnya menikmati masa kecil dan pendidikan tetapi harus dipaksa menerima keadaan.

16 Agu 2021

Kembalinya Asa

 


Setelah sekian purnama

Aku hanya memandangi kertas kosong itu,

Apakah kau akan menulis?

Tanyaku pada diri...

Rasanya hasrat itu sudah tumpul,

Apakah aku bisa kembali mencipta semesta kata?

Aku hanya bisa menyusun kata-kata rumit

Yang bahkan orang bosan dan tak mengerti

Ini hanya racauan, gumaman

Seorang penulis galau

Sudahlah aku hanya ingin posting

Dan mengisi ruang waktu diantara kita.

Saat ini rasanya jengah jika menulis tentang diri sendiri

Biarkan semesta yang bicara





17 Jul 2019

Dataran Tinggi Dieng, Jalan menuju awan

Hari ini mulai menjadi sesak dan ini saatnya LIBURAN!

Perjalanan kali ini tidak banyak rintangan atau cerita kacau seperti trip sebelumnya, karna kali ini kita ikut Open Trip sama travel wisata ke daerah Dataran Tinggi Dieng. Tentu saja ini bukan pertama kalinya open trip dan trip kali ini berjalan mulus dan lancar. 

Dieng, dibalik kaca 1 

Trip dimulai dengan browsing travel wisata buat ke dieng dan yang bisa mengakomodasi meeting point deket sama tempat kita tinggal. Banyak kok di instagram travel-travel yang nawarin paket wisata open trip tinggal pilih sesuai selera aja dan yang pasti research dulu di komen-komennya ataupun di tag fotonya. Bagi yang pengen praktis dan tinggal pergi liburan boleh nih open trip jadi pilihan, kalian gak bakal diribetin sama sewa tinggal, pilihan makan, sama jadwal trip dan tempat wisatanya karna semuanya udah ada dipaket perjalanan; tinggal bayar dan ketemu di meeting point yang dijanjiikan. 

Dieng, dibalik kaca 2

Selesai memilih kita minta meeing pointnya daerah Bekasi, soalnya meeting point terdekat tapi karna meeting point kita ada diurutan paling akhir jadi ya konsekuensi duduk terpisah sama temen 😒. Ini salah satu hal yang berat sih ha ha ha soalnya ya kita jadinya selama perjalanan berasa canggung, apalagi kalau yang duduk deket kita ya satu circle jadi outsider sih fix. Tapi sebenernya ga gitu ngaruh sih soalnya perjalanan pergi tuh malem sampe subuh jadi kebanyakan tidur juga, bangun tiba-tiba udah di Pemalang sekitar jam 6 pagi dan masuk ke daerah Wonosobo mulai berkelok-kelok jalannya tapi pemandangannya indah banget. 

6 Sep 2018

Yogyakarta dan Kenangan (Part II)

Menyambung dari part I, sudah terlalu lama tapi ketika cerita pertama dilabeli Part I aneh kalau berhenti ha..ha..ha..

Pagi hari kami makan depan penginapan dengan harga yang terjangkau dan jauh berbeda dengan harga angkringan daerah malioboro, dan kenyang tentunya.

Rencana hari kedua adalah ke Borobudur, karna kemaren beli tiket terusan dari Candi Prambanan otomatis kami harus ke Candi Borobudur di Magelang. Pagi-pagi kami berangkat ke Terminal Giwangan naik TransJogja arah ke Terminal Giwangan, sekitar 15 menit dari pugeran sampai dan kami cari Bis 3/4 ke Magelang. Terminal Giwangan cukup kecil dan biasanya banyak orang yogya tapi jangan salah turis mancanegara pun ada yang naik bis ini, ongkos nya sekitar 20.000 untuk sekali perjalanan sampai terminal Borobudur.


Bis Terminal Giwangan

Perjalanan ditempuh dalam waktu 2 jam, nikmatin saja perjalanannya rame asli deh berasa jadi orang lokal 😀. Siap aja sama angin selama perjalanan, tapi sebenernya kita bisa aja naik Damri yang ber-AC dari Stasiun Yogyakarta - Magelang (turun di Pertigaan Palbapang lalu dijemput shuttle bus ke Borobudur) tapi karna rute ini lebih ribet jadi gak jadi opsi.

26 Jun 2018

[Part 1] Yogyakarta - Awalnya


Mau sedikit share tentang perjalananku ke Yogyakarta J
Bukan hal besar sih sebenernya Cuma pengingat buatku, kadang tuh media sosial kaya album buat kita; kalau blog tuh kaya diary di dunia digital sih menurutku jadi ini kaya aku mau nulis catatan perjalanan hi hi hi.
Sore dari Prambanan
Oke semua ini dimulai dengan keinginan besar buat travelling sendiri tanpa ada embel-embel agen perjalanan dan sebagainya. Tapi gak mungkin juga kalau sendirian jadi barenglah sama temen kantor berdua (penakut akutu L ).  Awal tahun 2018 udah pesen tiket st senen-wates bolak balik langsung karna emang kebetulan pas lagi tanggal merah liburannya, tapi dasar ya keliatan banget baru pertama kali liburan tanpa orang lain sampe pesen tiket aja keliru harusnya pesen tiket tuh yang di dalam kota yogya nya ini mah malah milih stasiun yang jauh (iya wates itu pinggiran yogya dan masih sekitas setengah jam pake kereta).  Waktu itu belum mikir sampe wates itu di mana jadi woles aja, ada saudara juga di sana bela diriku yang lain Ha Ha Ha. Oke tiket selesai, sekarang penginapan!! karna sepupu tinggal di asrama gak mungkin juga nginep di sana jadi harus cari penginapan yang deket pusat kota semacam malioboro lah ya. Kemudian dapetlah penginapan walaupun itu mepet banget di daerah pugeran lumayanlah deket ke malioboro naik transyogya Cuma 5-8 menit, cukuplah. Rekomendasi situs lokal Yogya yang keren abis karna semuanya lengkap banget di sana mulai dari penginapan sampai rekomendasi tempat wisata beserta lokasi dan booking langsung di websitenya www.yogyes.com.

Pas hari H kita berangkat hari jumat malem dari stasiun senen dan sampe pagi langsung mau cuss jalan-jalan, penggiat liburan gini mah tidak pernah menyia-yiakan waktu sok-sok penuh jadwalnya padahal kebanyakan liat orang dijalan alias macet terus. Oia seharusnya kita turun di wates tapi pas liat di peta kita ga mungkin dapet kendaraan ke yogya lagi lebih tepatnya gak tau apa-apa sih jadi yang harusnya turun di wates kita gak turun dan ikut ke lempunyangan J. Pagi-pagi sampe di Lempunyangan langsung makan bubur depan stasiun sambil searching mau kemana, lebih enak nyewa motor sebenernya depan stasiun banyak tempat sewa gitu tapi kita dua-duanya gak ada yang bisa naik motor yasudahlah... saudara lagi ada kuliah jadi Cuma ngandelin internet; bhaique.

24 Jun 2018

Untitle, XXIVII


Semua hal terjadi tidak dengan ketidaksengajaan
Bolehkah aku memaki?
Aku ingin teriak, memaki, dan meraung
Itu hanya di dalam kepalaku,
Hah... aku takkan bisa melakukannya di dunia nyata
Why?
Karena aku penakut kecil yang hanya bisa berlari dan berpaling
Aku hanya bisa mengasihani diriku sendiri, betapa menyedihkan
Tapi mungkin itulah cara terbaik mengobati apa yang terjadi


Semua hal rasanya hanya semu, bahkan aku tak yakin apa yang aku lakukan saat ini
Bisakah Tuhan mengirimkan seseorang untukku?


XXIVII




2 Okt 2017

[Bob] dan dia kembali

Apa yang kau cari?
Apa kau masih menyalahkan dirimu sendiri?
Aku jarang menyapa dua tahun belakangan ini, karna kurasa dirimu baik-baik saja
Tapi hari ini aku berkunjung,
Apa kau baik-baik saja?
Jangan berbohong padaku
Aku tidak menerima bualanmu, orang mungkin tertipu karna kamu terlalu naïf dalam anggapan mereka
Mereka hanya tak melihat J
Aku selalu melihatmu, membual dan membuat seakan semua yang kau lakukan sempurna
Kau tak tahu bahwa semua orang mengasihanimu?
Melihat orang lemah terseok sendiri, tapi bahkan dia tak meminta bantuan
Iya, kamu lemah sist…
Kamu harus kuat sekali lagi, dunia takkan berakhir karna satu kesalahanmu
Jangan menyalahkan dirimu sendiri  dan hanya melihat dirimu pada sisi gelap
Kamu lebih dari apa yang kamu bayangkan
Kamu yang hanya bisa menyemangati dirimu sendiri.
Aku tau kamu hanya ingin menjadi beban orang lain, tapi tahukah? Orang lain juga merasa senang jika dibebani.
Itu anggapanku


14 Apr 2016

[Review] Korean Drama Page Turner

Udah lama banget ga nulis tentang review drama or film, J masih sekitaran korea juga sih kebanyakan malesnya daripada rajin sih buat nulisnya dan juga karna ga banyak drama yang bisa menggerakkan hati XDXD mungkin karna udah terlalu banyak nonton drama/film korea baru liat 1-5 ep kalau plotnya biasa aja dan alurnya udah ketebak suka ga mau dilanjut maka dari itu kebanyakan PR drama yang ga selesai.

Kali ini mau review drama yang tayang 3 episode di KBS2 sebenernya sayang sih kenapa Cuma 3 episode padahal nih darama oke banget ceritanya TT___TT castnya juga bagus secara kalau Kim so hyun yang maen gak ragu sama aktingnya !! TOP MARKOTOP J.

Page Turner dibintangi oleh Kim So Hyun sebagai Yoon Yo Seul, Ji Soo sebagai Jeong Cha Sik, dan Shin Jae Ha sebagai Seo Jin Mok.

13 Apr 2016

Percakapan, Aku dan Kata-kataku

Aku melihat buku catatan kau dan menemukan tulisan ini:
“suatu esai tentang kebosanan
Mungkin suatu hari aku akan lari,
Tapi lari itu seperti pecundang dan aku bukan pecundang
Aku tidak akan lari
Aku akan menatap matahari seperti hari yang bersinar terik
Terik yang menyakitkan
Silau dan dahaga
Matahari baru menyita waktu, seperti rasa yang tak pernah mati
Apa yang kutulis adalah manifestasi rasa sungkan
Aku yang berhenti menatap bulan dan terbakar dingin”

.
.

Aku begitu naif kala itu, lihat sekarang? Hari ini?
Kau tetap lah pecundang amatir, yang hanya selalu membual bahwa kau bukan pecundang.

Ironis

Karna pada akhirnya kau lari dengan ketakutan, tapi ketika di persimpangan kau menoleh dan terseok-seok menyusuri jalan kembali.