Tampilkan postingan dengan label a Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label a Story. Tampilkan semua postingan

16 Agu 2025

ODE TO MY FATHER


My father is a good husband, a good man, and a family man.

we can talk with him about politics, the environment, or family business, but we rarely discuss our feelings. We lack the courage to go there.

He worked all his life to provide for family, but because he was always busy with work, he couldn’t attend any of our school events.

His motto is :

“Give generously to others, and good will come back to you. The more you give, the more good will return.”
Every month, he donates to people who are elderly, less fortunate, or struggling to make a living.

I remember when I was a child, our neighbors would come to our house each month, and my mother would give them rice with some beverage. I thought it stopped when I was in high school, but later I found out he has continued this tradition to this day. Now, it’s mostly just him and a few others who know about it. He doesn’t want everyone to know; he thinks that’s not appropriate. Until hes gone, he want that to continue the tradition with his child.

I don’t have many memories of family vacations.
We were always busy he was working hard to make a living, and we, his children, were occupied with school and later, with work. Our schedules never seemed to align.

This is one of my biggest regrets.
He never wanted his family to suffer, so when he was sick, he endured it alone, never wanting to see a doctor.

Even now, it’s hard for me to believe he’s gone. It happened too quickly, and I feel I didn’t have enough time to bring him more happiness.
I wish my father peace and freedom from pain, and I hope he’s in a beautiful place beyond this life.

I’ll always admire my father’s dedication and strength. He worked tirelessly to provide for us, often sacrificing his own comfort and desires. He taught me the value of hard work, generosity, and resilience, even if he rarely spoke of these things directly. His dedication wasn’t just felt by us; he also built a small mosque in our community so that our family and neighbors could pray in peace without the need to walk far.Though he may not have been able to spend much time with us, his actions showed how deeply he cared. He built a foundation for our family and inspired us to carry his values forward.

I am grateful for all he did, and I’ll always carry his lessons and love in my heart. His legacy lives on in the lives he touched, especially ours. This is not meant to glorify his life, but rather to offer a tribute and way to honor my father now that he is beyond my reach. In these words, I wish only to remember and preserve the goodness he brought into our lives.


I miss you, paa. 

so bad, forgive me about what i've done.

4 Feb 2024

MASKAH ORANG LINGLUNG



Angin yang berhembus seakan membawa diriku melayang, tembus ke alam pikiran dan berkelana jauh di batas mimpi. Gemercik hujan yang dengan merdunya mengawali hari dan berduet dengan angin membuatku tidak ingin bangkit dari tempat tidur, kututup mata dengan khidmat dan mulai meraba sekelilingku dengan samar berusaha menemukan kacamataku dan kemudian menatap jendela kamarku. Desahan nafas pagi ini mengawali hari dengan bosannya dan berusaha mencerna lagi bagaimana kita akan melewati hari.

Minggu ini aku tinggal sendiri dan merasa damai hanya ingin berbaring ditempat tidur dan menikmati hari tanpa bergerak, sungguh naif hidupku ini begitu membosankan. Aku harus membuatnya berbeda kali ini, itu sudah pasti aku bertekad akan memikirnya dengan sungguh agar waktu akhir pekanku maksimal untuk kunikmati.

Opsi 1

Mungkin aku bisa berkeliling kota sambil mendengarkan musik dan mencari inspirasi untuk menulis dan sekalian mengambil momen untuk ilustrasi tulisanku. Tapi kumulai dengan pertanyaan di kepalaku;

Bukankah itu sangat melelahkan untuk dilakukan? Kamu hanya akan mendapatkan rasa lelah dari semua itu tanpa hasil yang pasti, apakah kau menjamin dengan berkeliling tanpa tujuan kau akan menghasilkan sebuah tulisan atau sebuah kegiatan yang bermanfaat? Dengan kau berdiam di rumah pun kau bisa berkeliling dalam imajinasimu itu lebih praktis dilakukan, kau bisa menonton berbagai film dan menjelajah tanpa kepanasan dan lelah.”  

Benar sekali, itu sebenarnya bukanlah hal yang bijak karna aku hanya akan beraktivitas tanpa tujuan yang pasti dan aku benci menjadi lelah aku sudah cukup lelah selama pekan ini dan hanya ingin menikmati liburan akhir pekan dengan damai opsi ini mungkin akan kuabaikan.

Opsi 2

aku bisa mengunjungi perpustakaan nasional dan membaca disana mengambil buku yang menarik kemudian meminjamnya, ini adalah yang pasti bukan hanya berjalan tanpa tujuan aku menggumam dengan santainya dan merencanakannya dari pagi hari. Hari Sabtuku dimulai dengan lambat dengan menghemat energi dan membuka berbagai sosial media yang tidak bertujuan membuatku bersosial tapi menjadi semakin apatis, terik matahari meninggi tapi aku terus berpikir ini terlalu pagi untuk beranjak tunggu sampai Matahari agak meninggi. Kemudian sebuah suara dipikiranku bergumam;

“Hei kau harus ingat bahwa perpustakaan di akhir pekan hanya beroperasi hingga jam 4pm, itu artinya jika kau berangkat tengah hari dan sampai setelah satu jam; kau hanya punya waktu 3 jam disana dan itu tidak cukup. Sepertinya opsi kedua juga tidak akan terlaksana karna ini sudah tengah hari, kau hanya bisa memilih buku disana tanpa sempat membacanya.”

Aku gusar karna ketika aku memilih buku untuk kubaca harus ada semacam ikatan dan sesuatu yang membuatku penasaran sekaligus nyaman hingga aku bisa membacanya dengan fokus dan menyelesaikannya. Jadi memerlukan waktu yang lama hingga kita bisa menemukan bacaan yang nyaman dan itu tak akan tercapai hanya dalam waktu 3 jam, aku menggerutu dengan kesal karna salah memperhitungkan waktu yang tepat untuk pergi. Bagiku waktu yang tepat sungguhlah sulit aku selalu kesusahan untuk memperkirakannya (time blindness). 

Naskah yang terlintas dipikiran orang yang terlalu nyaman dengan keheningan dan energi sosial yang habis ketika akhir pekan. Dulu kala 3 tahun ke belakang aku mungkin orang masih aktif untuk berkeliling dan bersosialisasi, tapi seiring waktu dan pandemi menyerang segalanya seakan berubah. Pernahkah kalian merasa tidak menjadi dirimu setelah beberapa waktu?

How’s was your days? Its just a day for now.

 

 

25 Sep 2023

[PART 1] MEMOAR KECIL : BAPAK

saya ingat saat kecil seringkali bermain dan diasuh oleh kakek dan nenek dari pihak ibuku, saya memanggil mereka dengan sebutan Bapak dan Mamah. saya kala itu masih satu-satunya cucu perempuan pertama di keluarga ibuku sehingga apa yang kesebut akan diikuti oleh semua adik dan sepupuku di masa depan.Ibuku mengajar SD dari pagi sampai sore mulai hari senin hingga sabtu, Bapak dan mamah seringkali mengurusku bergantian dengan nenek dari pihak ayahku. Bapak dan mamah bertani, berkebun mereka mengurus padi, kebun, ikan, ayam semua mereka lakukan bahkan bapak punya alat penggilingan kelapa dan singkong sehingga orang-orang di kampung acapkali berkunjung ke rumah bapak setiap harinya.

Bapak adalah seorang pekerja keras, sepanjang ingatanku bapak melakukan semua yang dia bisa tak pernah sehari pun beliau menganggur; bapak seringkali bergurau kalau tidak bekerja beliau malah sakit badan. Beliau juga orang yang senang bergaul dan bergabung dalam acara keagamaan di kampung dan salah satu pelopor salah satu ormas sehingga beliau juga dihormati kala itu. Walaupun bukan orang yang hangat dalam berbicara dan bercerita tetapi beliau selalu memberikan apa yang diinginkan oleh cucunya. saya ingat sebelum masa sekolah dasar, ketika ada penjual keliling dan uang dari ibuku habis lalu akan lari ke bapak atau mamah dan meminjam uang yang tentu saja mereka berikan dengan cuma-cuma 🙂.

Saya sering ikut dalam kegiatan Bapak, salah satunya adalah memancing. Setelah memancing, kami biasanya akan memotong tebu yang tumbuh di sekitar kolam dan memotongnya menjadi potongan kecil, saya bersama sepupu akan mengunyahnya perlahan sambil menikmati manisnya tebu di bawah sinar matahari terik. Terkadang kami para cucu bermain di sawah atau kolam, semuanya dibebaskan tak ada larangan kami tak boleh bermain kotor atau tidak. Rumah bapak berdekatan dengan adik perempuan dan laki-lakinya sehingga sayapun kerapkali dijaga oleh nin dari bapak (beliau adalah orang berjasa dan banyak yang kusesalkan dalam kepergiannya). 

"Dalam hal kemampuan menggunakan tenaga dan kreativitas, tidak ada yang bisa menandingi Bapak. Bahkan, beliau mampu mengubah halaman rumahku menjadi seperti taman dengan beragam tanaman yang sangat indah. Jika ada kontes merawat dan menata tanaman, saya yakin Bapak pasti akan menjadi juara. Bapak memiliki keahlian dalam menanam pohon boxwood (buxus) dan merangkainya sampai setinggi  ±2 meter kemudian membentuknya menjadi berbagai bentuk menara kecil yang memukau. Ketika baru saja dipangkas dan dibentuk, tanaman ini sangat cantik.


ILUSTRASI GAMBAR

Selain itu, Bapak juga menata tanaman buxus yang lebih rendah menjadi seperti pagar yang mengelilingi halaman. Ketika musim hujan tiba, halaman akan menjadi hijau dan menyegarkan, sangat indah untuk dilihat. Bahkan gerbang samping rumahku juga tak luput dari keahlian Bapak. Beliau menanam garlic vine yang menjalar di atas gerbang, membentuknya melengkung dan Ketika bunganya mekar, warna ungu yang indah dan rindang menciptakan pemandangan yang memukau. Saat melewati gerbang samping, rasanya seperti masuk ke dalam negeri dongeng, meskipun harus diingat bahwa bunganya memiliki aroma yang kurang sedap, jadi hanya enak untuk dipandang 😂.

ILUSTRASI GAMBAR

Kolam ikan kami selalu subur di tangan Bapak. Kami sering mengurasnya untuk hajatan di kampung, dan ikan yang dihasilkan selalu besar. Di bagian belakang halaman rumah, terdapat berbagai jenis tanaman seperti sosim, sereh, pohon pisang, dan singkong - semuanya tumbuh subur. Di rumah Bapak, bahkan ada sebuah pohon jambu yang lebat. Ketika saya masih kecil, saya sering memanjatnya dengan gembira."

"Kami juga sering melakukan perjalanan jauh bersama. Pamanku menikah dan rumah istrinya berada jauh di atas gunung, sehingga setiap beberapa bulan, kami akan mengunjunginya. Desa tempat mereka tinggal terletak jauh di atas gunung, dan perjalanan menuju kesana benar-benar menegangkan. Bahkan, tanjakan Nagreg yang terkenal pun terasa tidak seberapa dibandingkan dengan jalanan ini.

Kami harus menggunakan ojek motor untuk kesana dan melewati setiap tanjakan, beberapa di antaranya ada yang melingkar, bahkan ada yang kemiringan tanjakannya hampir mencapai 45 derajat. Jalur tersebut berbatu dan berliku-liku. Saat itu, saya selalu berdoa ketika melintasi tanjakan dan turunan, karena rasanya seperti nafas kita terhenti sesaat (seakan-akan naik roller coaster, haha). Perjalanan itu melelahkan, tetapi tak sekalipun Bapak dan mamah mengeluh. Beliau selalu bersedia melakukan perjalanan jauh untuk mengunjungi menantu dan cucunya dengan senang hati."

"Suatu siang, kami sekeluarga baru saja mengunjungi seorang saudara yang sakit. Setelahnya, kami memutuskan untuk pulang dan berjalan kaki sejauh beberapa kilometer di bawah terik matahari. Bapak, bagaimanapun, memutuskan untuk memotong jalan pintas melalui persawahan, yang saat itu hanya tampak seperti hutan dan ladang. Meskipun kami tidak melihat jalur yang jelas, saya dan sepupu mengikuti Bapak untuk waktu yang cukup lama. Kami berjalan di antara tanaman padi, merasakan matahari yang menyengat, dan akhirnya, kaki kami dipenuhi dengan jejak rumput liar. Pada saat itu, yang kami rasakan adalah kelelahan dan rasa gatal di kaki. 

Namun, sekarang saya bisa merasakan sensasi lain dari kenangan ini. Saya dapat mencium harum tanah dan menikmati pemandangan yang memanjakan mata. Bukankah ini sangat mengagumkan? Waktu berlalu, dan saat matahari mulai turun ke peraduan, kami tiba di persawahan di selatan kampung, yang berdekatan dengan kuburan keluarga dan di bawah pohon besar yang kami kenal dengan sebutan 'pohon Bunut'.

Cerita-cerita diatas adalah sebagian kenangan yang kuingat dengan samar, sebuah kenangan yang hidup di pikiranku dalam waktu yang lama. Bapak telah meninggal ketika saya kuliah, bertahun sakit dalam jangka panjang telah membuat tubuhnya begitu menderita. Bapak selalu melakukan pekerjaan seumur hidupnya, tentu berbaring di tempat tidur sangat menyakitkan tapi beliau saat ini telah tenang kembali ke yang Maha Kuasa.

 

 


2 Mei 2023

THE BLUE BIRDS STORY

 


Ada sebuah dongeng dari Eropa tentang “Blue Bird”

Tentang sepasang kakak beradik

Mereka melalui berbagai cobaan untuk mencapai kebahagiaan itu

Berkelana jauh untuk sebuah kebahagiaan

Tetapi ..

Kebahagiaan mereka adalah sebuah burung biru

Burung biru di rumah mereka

Sebuah kebahagiaan yang kau cari dengan susah payah

Mungkin berada di dekatmu

Kau hanya harus membuka matamu

Dan menatap sekelilingmu

Adakah sesuatu yang kau lewatkan?

Karna hari berjalan dengan panjang

Terkadang bahkan kicauan burung di jendela bisa membuat kau damai

Sesederhana itulah rasa bahagia.

 

3 Jan 2023

Jangan Berhenti Bermimpi

Angin berhembus begitu riuh

Pagi yang damai

Matahari memulai hari dengan cerahnya

Manusia berkejaran dengan waktu untuk hidup

Ada mimpi di setiap deru nafas

Membuncah dengan semangat pagi

Begitulah hidup

Ada mimpi yang terus berjalan

Membawa manusia berlari tak terhingga

Kicauan burung meracau bersaing dengan bising jalanan

Semesta berotasi tiada henti membawa setiap harapan

Harapan dan mimpi 

Beriringan dengan mesra 

Ada sebuah kutipan 

"Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu" 

Disinilah aku sekarang menulis sebuah mimpiku

Aku ingin menulis!! 

Menulis mimpi dengan memulai sebuah sarapan di pagi hari

Sebuah sarapan bisa kau lakukan menjelang siang

Tak ada yang terlambat selagi kau lapar dan kenyang dengan asupan makanan

Begitupun dengan sebuah mimpi

Tak ada yang terlambat

Ayo kita bermimpi 

Mulailah dengan menulisnya dalam benakmu

Kau akan merasa hangat

Dan tersenyum mengingat semua mimpi yang kau bayangkan akan terjadi

Di halaman ini kau harus berdamai dan memulai lembaran baru

Dengan senyuman 

Berbahagialah

Karna bermimpi membuat kita berharga 



13 Agu 2022

THE LONG BALLAD


Perjalanan yang panjang ini

Kulalui dengan penuh rintangan

Tangisan disetiap tempat yang kutemui

Rasanya bahkan air mata ini belum mengering sepenuhnya

Aku bertumbuh

Seiring dengan cerita yang bergulir

Ada keegoisan dan amarah pada awalnya

 Tetapi setiap orang yang kujumpai mengajarkanku ada hal lain selain dendam

Ada kehidupan yang berharga sekalipun itu musuh

Aku menangis kembali dengan penyesalan 

Atas takdir yang tak bisa kuubah

Ketika kekuasaan bagian dari cobaan perjalanan panjang ini

Kau bertemu dengan orang yang memedulikanmu 

Bukan dengan latar belakangmu

Aku sempat terpuruk dan menyerah kemudian menghilang

Tetapi dunia tak berhenti berputar

Perjalanan melalui kesedihan menguji apa yang bisa kulakukan 

Sampai batas maksimal

Setiap ending yang pada akhirnya menjadi babak baru diluar naskah penulis. 


Ini adalah serangkaian caraku mengingat apa yang aku rasakan setelah aku menyelesaikan kan sebuah series ☺️ klik Disini buat info lengkap seriesnya


16 Mei 2022

Unconnected Life


Rasanya aku terputus dari dunia

Bagaimana caranya aku dapat terhubung kembali? 

Di zaman ini banyak media sosial yang dapat menjadi jembatan penghubung manusia

Tapi bagiku, rasanya semua seakan terputus

Aku hanya hidup di duniaku

Di sosial media tanpa nama

Rasanya seakan ramai, orang berbincang tentang kehidupan 

Dan aku bagian dari dunia maya mereka yang menjadi penonton

Tapi di duniaku, aku seakan mati tanpa tanda kehidupan 

Rasanya kemajuan zaman dalam teknologi ini menjadi pertanyaan lain dalam benakku

Apakah itu menjadi jembatan penghubung dunia, ataukan menjadi tembok penghalang bagi orang sepertiku? 

Aku terjebak di dunia itu dan menjadi nyaman tanpa berinteraksi dengan orang-orang

Dulu aku bersyukur karna dengan kemajuan ini membantuku berkomunikasi tanpa harus berbicara 

Berkomunikasi tanpa menunjukkan muka tanpa harus bersuara dengan wajahmu

tapi terkadang aku merasa aku merasa merindukan diriku yang lalu ketika masih banyak bersuara dengan lantang dan malu-malu

Karna aku merasa hidup :) 

Kini aku merasa sesak

Aku merasa kesulitan menghubungkan semua hal ini

Semua seakan tak terasa menyenangkan 

Jantungku tak berdegup dengan riang

Apakah itu masih terasa hidup? 

Sejak kapan semuanya menjadi salah? 

4 Feb 2022

Liberation Note

 Entah kenapa aku ingin mengetik kembali

Keinginanku menulis datang dan pergi

Apakah hidup selalu membosankan? 

Aku ingin hidup yang meriah tapi jiwaku hanya ingin yang hening

Energiku terkuras dengan cepat seperti es di siang terik

Dan menjadikannya es juga membutuhkan waktu

Apakah akan berbeda ketika kau hidup di tempat yang berbeda? 

Apakah akan berbeda jika kau terlahir lebih lambat

Aku selalu bertanya pada lembaran kertas dan file kosong di depanku

Semua pertanyaan yang berbalik kujawab dengan anggukan

"semua akan berbeda tentu saja, tapi sepertinya perasaanmu akan tetap sama

Apa yang akan membuatmu berbeda? 

Aku bosan, tetapi menjalani hidup saja melelahkan

Apakah ada yang bersamaku? 

Merasa bosan tapi selalu kelelahan dengan manusia 

Aku hanya tertawa dalam angan

Sungguh jiwa yang egois

Tapi tolong jangan berusaha menilaiku

Ini catatan kebebasanku 

Kemudian aku tersadar, siapa yang kan menilaimu? 

Aku hanya bisa tertawa.. Kau tak peduli dengan orang lain

Apakah akan ada yang memedulikanmu? 

Hukum manusia itu "give and take" 

Kau berbicara seolah ada yang akan menilaimu, 

Tetapi kau lupa orang menilaimu ketika mereka "peduli" 

Dan ketika kau orang peduli kau pun harus menunjukkan usaha yang sama 

2 Nov 2021

Semesta mendengar

 Aku tercekat

Aku teriak

Jiwa ini lemah, 

Aku berpikir keras apa yang terjadi

Padahal itu hanya  skenario di kepalaku

Aku membodohi diri dan berpikir segalanya memburuk

Oh Dunia... 


Aku hanya anak kecil tersesat

Bisakah kalian lebih ramah 

Tidak mungkin, Dunia bukan hanya berputar untukmu

Bumi berotasi selama 24 jam 

Dan tidak melambat hanya utuk jiwa lemahmu

Aku bertanya pada diri

Dan dirikulah yang menjawab dengan buruknya, 

Bisakah kau lebih baik terhadap hatimu sendiri? 

Dia hanya ingin mendengar kata-kata yang baik

Hatimu memang lemah, biarkan dia bernafas

Pikiranmu hanya terlalu luas, dan memperkeruh suasana dalam kepalamu

Sel-sel dalam kepalamu sedang berperang

20 Sep 2021

Review Film : Wadjda

Review film kali ini sih murni memang pengen bahas film timur tengah, rasanya jarang banget nonton film produksi timur tengah di layar kaca ataupun di platform semacam netfilx. Dulu pernah nonton children of heaven dan Turtles can fly, nah sekarang pas cari-cari di netflix ternyata memang ada beberapa film timur tengah dari Saudi arabia, Mesir, tidak banyak memang kebanyakan justru film tersebut tidak syuting di timur tengah. 


Kemudian nemu nih sejenis children of heaven, judulnya Wadjda (bahasa Arab: وجدة) adalah sebuah film kolaborasi Arab Saudi-German pada tahun 2012 yang ditulis dan disutradarai oleh perempuan bernama Haifaa al-Mansour. Film ini sebetulnya dibangun dengan ide yang simple, yaitu seorang anak perempuan ingin membeli sepeda dan ingin berlomba dengan seorang anak laki-laki yang merupakan teman sekaligus tetangganya. Tetapi karna budaya dan agama, Wadjda tidak bisa membelinya dengan mudah. Dia tidak diberikan uang untuk membelinya dan dilarang mengendarai sepeda oleh ibunya karna di Saudia tidak ada perempuan yang bersepeda.

12 Sep 2021

Manakala Senja


Senja manakala sore

Menemani para pencari jejak kehidupan dalam setiap langkah

Senja yang pilu hari ini

Lembayung menghiasi senja 

Adakalanya hati ini terbuai senja yang menawarkan racun 

Racun bahwa hari sudah selesai

Senja yang memabukkan 

Ratapan sunyi sembari gelap menemani

Ada hidup yang berputar dengan siklus yang sama

Terus berputar sesuai arah jarum jam

Berharap jarum jam akan berbalik arah

11 Sep 2021

YANG GALAU YANG MERACAU

Masih tentang buku, kali ini aku membahas buku yang terbit sekitar 10 tahun yang lalu tentu bukan buku yang sangat terkenal seperti laskar pelangi tetapi buku ini membuka jalanku untuk menulis semua kegelisahan dan keresahan dalam bentuk fiksi.

Buku ini berjudul "YANG GALAU YANG MERACAU - curhat (tuan) setan" karya Fahd Jibran, dari judulnya saja kita tau bahwa buku ini akan dikategorikan sebagai yang karya yang dekat dengan generasi milenial pada masanya. Buku ini menarik karna berbeda dengan buku sebelumnya aku baca yang biasanya punya plot dan alur dalam ceritanya, walau buku ini dikategorikan sebagai kisah fiksi tetapi gaya penulisannya bebas dan lebih seperti dongeng dan cerita pendek dengan berbagai pertanyaan kritis yang bikin galau. Buku ini dibagi berdasar judul dan tema lengkap dengan soundtrack lagunya, aku rekomendasikan bila kalian ingin membacanya dengarkan bersama lagu yang sedang dibahas dalam tema tersebut.

Setiap tema diceritakan tuan setan dan Rayya selalu memiliki percakapan dan tanya jawab yang alot dan saling bertukar pikiran, rasanya ketika tuan setan mendebat Rayya kita sebagai pembaca juga diberi pertanyaan dan ceramah sama tokoh tuan setan dalam buku ini. Aku sebagai pembaca rasanya diajak bertukar pikiran bersama mereka, asyik banget seolah kita mendadak jadi filsuf hidup. 

10 Sep 2021

Laskar Pelangi

Mari kita berbicara tentang "Laskar Pelangi" yang menjadi bagian dalam " my version of the Greatest Book". 

Banyak daerah di indonesia yang masih jauh dari kata layak bila dibandingkan dengan kota-kota besar dalam hal pendidikan. 

Bahwa kita semua yang mengenyam pendidikan dengan mudah harus bisa mensyukurinya, ketika melihat laskar pelangi kita bisa melihat geliat menuntut pendidikan yang sangat tinggi, bahwa mereka ingin terus berkembang setiap hari pergi sekolah walaupun harus menempuh puluhan kilo bahkan dengan keadaan yang tidak memungkinkan. Tapi yang membuatnya lebih terasa spesial adalah bagaimana mereka menikmati saat-saat bersekolah, bermain dan menjalani kehidupan dengan rasa syukur yang sama seperti kita pada umumnya walaupun dengan semua keterbatasan. Sekolah yang hanya sepuluh orang, kelas yang hampir rubuh yang setiap hujan bocor, dan ketika ujian harus menumpang ke sekolah lain karna kurangnya siswa. 

"Belajar adalah hiburan yang membuatnya lupa pada seluruh penat dan kesulitan hidup. Buku baginya adalah obat dan sumur kehidupan yang airnya selalu memberi kekuatan baru agar ia mampu mengayuh peda menantang angin setiap hari. – Lintang"

"Hidup bisa demikian bahagia dalam keterbatasan jika dimaknai dengan keikhlasan berkorban untuk sesama. Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya - Pak harfan" 

Ada banyak "Lintang" lainnya di Indonesia yang tidak bisa menikmati pendidikan karna keadaan, tidak tersentuh oleh pemerintah; mereka yang harusnya menikmati masa kecil dan pendidikan tetapi harus dipaksa menerima keadaan.

16 Agu 2021

Kembalinya Asa

 


Setelah sekian purnama

Aku hanya memandangi kertas kosong itu,

Apakah kau akan menulis?

Tanyaku pada diri...

Rasanya hasrat itu sudah tumpul,

Apakah aku bisa kembali mencipta semesta kata?

Aku hanya bisa menyusun kata-kata rumit

Yang bahkan orang bosan dan tak mengerti

Ini hanya racauan, gumaman

Seorang penulis galau

Sudahlah aku hanya ingin posting

Dan mengisi ruang waktu diantara kita.

Saat ini rasanya jengah jika menulis tentang diri sendiri

Biarkan semesta yang bicara





17 Jul 2019

Dataran Tinggi Dieng, Jalan menuju awan

Hari ini mulai menjadi sesak dan ini saatnya LIBURAN!

Perjalanan kali ini tidak banyak rintangan atau cerita kacau seperti trip sebelumnya, karna kali ini kita ikut Open Trip sama travel wisata ke daerah Dataran Tinggi Dieng. Tentu saja ini bukan pertama kalinya open trip dan trip kali ini berjalan mulus dan lancar. 

Dieng, dibalik kaca 1 

Trip dimulai dengan browsing travel wisata buat ke dieng dan yang bisa mengakomodasi meeting point deket sama tempat kita tinggal. Banyak kok di instagram travel-travel yang nawarin paket wisata open trip tinggal pilih sesuai selera aja dan yang pasti research dulu di komen-komennya ataupun di tag fotonya. Bagi yang pengen praktis dan tinggal pergi liburan boleh nih open trip jadi pilihan, kalian gak bakal diribetin sama sewa tinggal, pilihan makan, sama jadwal trip dan tempat wisatanya karna semuanya udah ada dipaket perjalanan; tinggal bayar dan ketemu di meeting point yang dijanjiikan. 

Dieng, dibalik kaca 2

Selesai memilih kita minta meeing pointnya daerah Bekasi, soalnya meeting point terdekat tapi karna meeting point kita ada diurutan paling akhir jadi ya konsekuensi duduk terpisah sama temen 😒. Ini salah satu hal yang berat sih ha ha ha soalnya ya kita jadinya selama perjalanan berasa canggung, apalagi kalau yang duduk deket kita ya satu circle jadi outsider sih fix. Tapi sebenernya ga gitu ngaruh sih soalnya perjalanan pergi tuh malem sampe subuh jadi kebanyakan tidur juga, bangun tiba-tiba udah di Pemalang sekitar jam 6 pagi dan masuk ke daerah Wonosobo mulai berkelok-kelok jalannya tapi pemandangannya indah banget. 

6 Sep 2018

Yogyakarta dan Kenangan (Part II)

Menyambung dari part I, sudah terlalu lama tapi ketika cerita pertama dilabeli Part I aneh kalau berhenti ha..ha..ha..

Pagi hari kami makan depan penginapan dengan harga yang terjangkau dan jauh berbeda dengan harga angkringan daerah malioboro, dan kenyang tentunya.

Rencana hari kedua adalah ke Borobudur, karna kemaren beli tiket terusan dari Candi Prambanan otomatis kami harus ke Candi Borobudur di Magelang. Pagi-pagi kami berangkat ke Terminal Giwangan naik TransJogja arah ke Terminal Giwangan, sekitar 15 menit dari pugeran sampai dan kami cari Bis 3/4 ke Magelang. Terminal Giwangan cukup kecil dan biasanya banyak orang yogya tapi jangan salah turis mancanegara pun ada yang naik bis ini, ongkos nya sekitar 20.000 untuk sekali perjalanan sampai terminal Borobudur.


Bis Terminal Giwangan

Perjalanan ditempuh dalam waktu 2 jam, nikmatin saja perjalanannya rame asli deh berasa jadi orang lokal 😀. Siap aja sama angin selama perjalanan, tapi sebenernya kita bisa aja naik Damri yang ber-AC dari Stasiun Yogyakarta - Magelang (turun di Pertigaan Palbapang lalu dijemput shuttle bus ke Borobudur) tapi karna rute ini lebih ribet jadi gak jadi opsi.

26 Jun 2018

[Part 1] Yogyakarta - Awalnya


Mau sedikit share tentang perjalananku ke Yogyakarta J
Bukan hal besar sih sebenernya Cuma pengingat buatku, kadang tuh media sosial kaya album buat kita; kalau blog tuh kaya diary di dunia digital sih menurutku jadi ini kaya aku mau nulis catatan perjalanan hi hi hi.
Sore dari Prambanan
Oke semua ini dimulai dengan keinginan besar buat travelling sendiri tanpa ada embel-embel agen perjalanan dan sebagainya. Tapi gak mungkin juga kalau sendirian jadi barenglah sama temen kantor berdua (penakut akutu L ).  Awal tahun 2018 udah pesen tiket st senen-wates bolak balik langsung karna emang kebetulan pas lagi tanggal merah liburannya, tapi dasar ya keliatan banget baru pertama kali liburan tanpa orang lain sampe pesen tiket aja keliru harusnya pesen tiket tuh yang di dalam kota yogya nya ini mah malah milih stasiun yang jauh (iya wates itu pinggiran yogya dan masih sekitas setengah jam pake kereta).  Waktu itu belum mikir sampe wates itu di mana jadi woles aja, ada saudara juga di sana bela diriku yang lain Ha Ha Ha. Oke tiket selesai, sekarang penginapan!! karna sepupu tinggal di asrama gak mungkin juga nginep di sana jadi harus cari penginapan yang deket pusat kota semacam malioboro lah ya. Kemudian dapetlah penginapan walaupun itu mepet banget di daerah pugeran lumayanlah deket ke malioboro naik transyogya Cuma 5-8 menit, cukuplah. Rekomendasi situs lokal Yogya yang keren abis karna semuanya lengkap banget di sana mulai dari penginapan sampai rekomendasi tempat wisata beserta lokasi dan booking langsung di websitenya www.yogyes.com.

Pas hari H kita berangkat hari jumat malem dari stasiun senen dan sampe pagi langsung mau cuss jalan-jalan, penggiat liburan gini mah tidak pernah menyia-yiakan waktu sok-sok penuh jadwalnya padahal kebanyakan liat orang dijalan alias macet terus. Oia seharusnya kita turun di wates tapi pas liat di peta kita ga mungkin dapet kendaraan ke yogya lagi lebih tepatnya gak tau apa-apa sih jadi yang harusnya turun di wates kita gak turun dan ikut ke lempunyangan J. Pagi-pagi sampe di Lempunyangan langsung makan bubur depan stasiun sambil searching mau kemana, lebih enak nyewa motor sebenernya depan stasiun banyak tempat sewa gitu tapi kita dua-duanya gak ada yang bisa naik motor yasudahlah... saudara lagi ada kuliah jadi Cuma ngandelin internet; bhaique.

24 Jun 2018

Untitle, XXIVII


Semua hal terjadi tidak dengan ketidaksengajaan
Bolehkah aku memaki?
Aku ingin teriak, memaki, dan meraung
Itu hanya di dalam kepalaku,
Hah... aku takkan bisa melakukannya di dunia nyata
Why?
Karena aku penakut kecil yang hanya bisa berlari dan berpaling
Aku hanya bisa mengasihani diriku sendiri, betapa menyedihkan
Tapi mungkin itulah cara terbaik mengobati apa yang terjadi


Semua hal rasanya hanya semu, bahkan aku tak yakin apa yang aku lakukan saat ini
Bisakah Tuhan mengirimkan seseorang untukku?


XXIVII




14 Apr 2016

[Review] Korean Drama Page Turner

Udah lama banget ga nulis tentang review drama or film, J masih sekitaran korea juga sih kebanyakan malesnya daripada rajin sih buat nulisnya dan juga karna ga banyak drama yang bisa menggerakkan hati XDXD mungkin karna udah terlalu banyak nonton drama/film korea baru liat 1-5 ep kalau plotnya biasa aja dan alurnya udah ketebak suka ga mau dilanjut maka dari itu kebanyakan PR drama yang ga selesai.

Kali ini mau review drama yang tayang 3 episode di KBS2 sebenernya sayang sih kenapa Cuma 3 episode padahal nih darama oke banget ceritanya TT___TT castnya juga bagus secara kalau Kim so hyun yang maen gak ragu sama aktingnya !! TOP MARKOTOP J.

Page Turner dibintangi oleh Kim So Hyun sebagai Yoon Yo Seul, Ji Soo sebagai Jeong Cha Sik, dan Shin Jae Ha sebagai Seo Jin Mok.

13 Apr 2016

Percakapan, Aku dan Kata-kataku

Aku melihat buku catatan kau dan menemukan tulisan ini:
“suatu esai tentang kebosanan
Mungkin suatu hari aku akan lari,
Tapi lari itu seperti pecundang dan aku bukan pecundang
Aku tidak akan lari
Aku akan menatap matahari seperti hari yang bersinar terik
Terik yang menyakitkan
Silau dan dahaga
Matahari baru menyita waktu, seperti rasa yang tak pernah mati
Apa yang kutulis adalah manifestasi rasa sungkan
Aku yang berhenti menatap bulan dan terbakar dingin”

.
.

Aku begitu naif kala itu, lihat sekarang? Hari ini?
Kau tetap lah pecundang amatir, yang hanya selalu membual bahwa kau bukan pecundang.

Ironis

Karna pada akhirnya kau lari dengan ketakutan, tapi ketika di persimpangan kau menoleh dan terseok-seok menyusuri jalan kembali.