Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

16 Agu 2025

ODE TO MY FATHER


My father is a good husband, a good man, and a family man.

we can talk with him about politics, the environment, or family business, but we rarely discuss our feelings. We lack the courage to go there.

He worked all his life to provide for family, but because he was always busy with work, he couldn’t attend any of our school events.

His motto is :

“Give generously to others, and good will come back to you. The more you give, the more good will return.”
Every month, he donates to people who are elderly, less fortunate, or struggling to make a living.

I remember when I was a child, our neighbors would come to our house each month, and my mother would give them rice with some beverage. I thought it stopped when I was in high school, but later I found out he has continued this tradition to this day. Now, it’s mostly just him and a few others who know about it. He doesn’t want everyone to know; he thinks that’s not appropriate. Until hes gone, he want that to continue the tradition with his child.

I don’t have many memories of family vacations.
We were always busy he was working hard to make a living, and we, his children, were occupied with school and later, with work. Our schedules never seemed to align.

This is one of my biggest regrets.
He never wanted his family to suffer, so when he was sick, he endured it alone, never wanting to see a doctor.

Even now, it’s hard for me to believe he’s gone. It happened too quickly, and I feel I didn’t have enough time to bring him more happiness.
I wish my father peace and freedom from pain, and I hope he’s in a beautiful place beyond this life.

I’ll always admire my father’s dedication and strength. He worked tirelessly to provide for us, often sacrificing his own comfort and desires. He taught me the value of hard work, generosity, and resilience, even if he rarely spoke of these things directly. His dedication wasn’t just felt by us; he also built a small mosque in our community so that our family and neighbors could pray in peace without the need to walk far.Though he may not have been able to spend much time with us, his actions showed how deeply he cared. He built a foundation for our family and inspired us to carry his values forward.

I am grateful for all he did, and I’ll always carry his lessons and love in my heart. His legacy lives on in the lives he touched, especially ours. This is not meant to glorify his life, but rather to offer a tribute and way to honor my father now that he is beyond my reach. In these words, I wish only to remember and preserve the goodness he brought into our lives.


I miss you, paa. 

so bad, forgive me about what i've done.

4 Feb 2024

MASKAH ORANG LINGLUNG



Angin yang berhembus seakan membawa diriku melayang, tembus ke alam pikiran dan berkelana jauh di batas mimpi. Gemercik hujan yang dengan merdunya mengawali hari dan berduet dengan angin membuatku tidak ingin bangkit dari tempat tidur, kututup mata dengan khidmat dan mulai meraba sekelilingku dengan samar berusaha menemukan kacamataku dan kemudian menatap jendela kamarku. Desahan nafas pagi ini mengawali hari dengan bosannya dan berusaha mencerna lagi bagaimana kita akan melewati hari.

Minggu ini aku tinggal sendiri dan merasa damai hanya ingin berbaring ditempat tidur dan menikmati hari tanpa bergerak, sungguh naif hidupku ini begitu membosankan. Aku harus membuatnya berbeda kali ini, itu sudah pasti aku bertekad akan memikirnya dengan sungguh agar waktu akhir pekanku maksimal untuk kunikmati.

Opsi 1

Mungkin aku bisa berkeliling kota sambil mendengarkan musik dan mencari inspirasi untuk menulis dan sekalian mengambil momen untuk ilustrasi tulisanku. Tapi kumulai dengan pertanyaan di kepalaku;

Bukankah itu sangat melelahkan untuk dilakukan? Kamu hanya akan mendapatkan rasa lelah dari semua itu tanpa hasil yang pasti, apakah kau menjamin dengan berkeliling tanpa tujuan kau akan menghasilkan sebuah tulisan atau sebuah kegiatan yang bermanfaat? Dengan kau berdiam di rumah pun kau bisa berkeliling dalam imajinasimu itu lebih praktis dilakukan, kau bisa menonton berbagai film dan menjelajah tanpa kepanasan dan lelah.”  

Benar sekali, itu sebenarnya bukanlah hal yang bijak karna aku hanya akan beraktivitas tanpa tujuan yang pasti dan aku benci menjadi lelah aku sudah cukup lelah selama pekan ini dan hanya ingin menikmati liburan akhir pekan dengan damai opsi ini mungkin akan kuabaikan.

Opsi 2

aku bisa mengunjungi perpustakaan nasional dan membaca disana mengambil buku yang menarik kemudian meminjamnya, ini adalah yang pasti bukan hanya berjalan tanpa tujuan aku menggumam dengan santainya dan merencanakannya dari pagi hari. Hari Sabtuku dimulai dengan lambat dengan menghemat energi dan membuka berbagai sosial media yang tidak bertujuan membuatku bersosial tapi menjadi semakin apatis, terik matahari meninggi tapi aku terus berpikir ini terlalu pagi untuk beranjak tunggu sampai Matahari agak meninggi. Kemudian sebuah suara dipikiranku bergumam;

“Hei kau harus ingat bahwa perpustakaan di akhir pekan hanya beroperasi hingga jam 4pm, itu artinya jika kau berangkat tengah hari dan sampai setelah satu jam; kau hanya punya waktu 3 jam disana dan itu tidak cukup. Sepertinya opsi kedua juga tidak akan terlaksana karna ini sudah tengah hari, kau hanya bisa memilih buku disana tanpa sempat membacanya.”

Aku gusar karna ketika aku memilih buku untuk kubaca harus ada semacam ikatan dan sesuatu yang membuatku penasaran sekaligus nyaman hingga aku bisa membacanya dengan fokus dan menyelesaikannya. Jadi memerlukan waktu yang lama hingga kita bisa menemukan bacaan yang nyaman dan itu tak akan tercapai hanya dalam waktu 3 jam, aku menggerutu dengan kesal karna salah memperhitungkan waktu yang tepat untuk pergi. Bagiku waktu yang tepat sungguhlah sulit aku selalu kesusahan untuk memperkirakannya (time blindness). 

Naskah yang terlintas dipikiran orang yang terlalu nyaman dengan keheningan dan energi sosial yang habis ketika akhir pekan. Dulu kala 3 tahun ke belakang aku mungkin orang masih aktif untuk berkeliling dan bersosialisasi, tapi seiring waktu dan pandemi menyerang segalanya seakan berubah. Pernahkah kalian merasa tidak menjadi dirimu setelah beberapa waktu?

How’s was your days? Its just a day for now.

 

 

20 Sep 2021

Review Film : Wadjda

Review film kali ini sih murni memang pengen bahas film timur tengah, rasanya jarang banget nonton film produksi timur tengah di layar kaca ataupun di platform semacam netfilx. Dulu pernah nonton children of heaven dan Turtles can fly, nah sekarang pas cari-cari di netflix ternyata memang ada beberapa film timur tengah dari Saudi arabia, Mesir, tidak banyak memang kebanyakan justru film tersebut tidak syuting di timur tengah. 


Kemudian nemu nih sejenis children of heaven, judulnya Wadjda (bahasa Arab: وجدة) adalah sebuah film kolaborasi Arab Saudi-German pada tahun 2012 yang ditulis dan disutradarai oleh perempuan bernama Haifaa al-Mansour. Film ini sebetulnya dibangun dengan ide yang simple, yaitu seorang anak perempuan ingin membeli sepeda dan ingin berlomba dengan seorang anak laki-laki yang merupakan teman sekaligus tetangganya. Tetapi karna budaya dan agama, Wadjda tidak bisa membelinya dengan mudah. Dia tidak diberikan uang untuk membelinya dan dilarang mengendarai sepeda oleh ibunya karna di Saudia tidak ada perempuan yang bersepeda.

12 Apr 2016

Sist VS Bob

 Aku kembali melakukan hal nekat lainnya, ini seperti bukan aku ... ah benar ini bukan aku. Tapi hati kecilku berkata kenapa mesti merasa aneh dengan pilihanmu sendiri, seperti kau yang salah mengambil Keputusan saja!!!

Jangan menyesali Keputusan yang kau buat!!

Ah itu semua gerutuan sist, aku aneh menatapnya ... dia seperti bukan dirinya merutuki hal yang sudah dia putuskan ckckck aku bahkan tak mengerti akal pikirannya.

“bodoh!!!”

10 Feb 2016

TENTANG MATA, dan AKU

Rasanya semua berbeda akhir-akhir ini, dulu aku menjalananinnya dengan keinginan yang ada pada diriku sendiri tapi kini aku sadar

Semua tak berjalan semudah itu,

Aku mungkin masih tak dewasa, hanya manusia yang terkungkung di dalam tubuh ini
Temanku pernah berkata,

“Kau ingin matamu sembuh?” Tanya suatu siang

“tentu” jawabku dengan semangat, tak lupa aku menambahkan tapi tidak dengan obat macam-macam yang hanya berakhir dengan pengharapan

Lalu dia berujar “bukan, tenang saja ini bukan seperti yang kau duga semacam obat ataupun operasi mata”

18 Agu 2015

NO ENDING

Sudah lama tak menulis, ah kangen ..
Lagi sibuk dan mood menghilang. Ah fatal,
Ketika buka-buka file di lepi nemu sekumpulan video lama ketika masih #fetus ^^, waktu itu edisi liburan dengan kutipan “melarikan diri” J.

Aku ingin membaginya, dont worry, dont be bother sista ... aku Cuma takut videonya menghilang tanpa jejak haha. Sekarang ini, laman site seperti blog sudah layaknya rumah ingatan  yang menyimpan apapun yang kamu lupakan. Kejadian buruk waktu itu si lepi kena masalah dan semua file menghilang termasuk file zaman asrama TT___TT dan tidak kembali.  Emang gak bisa minta file lagi? Lagi??? Bahkan bertemu untuk main pun diragukan apalagi untuk itu.

18 Jan 2014

~ PANDORA, PANDORA LAGI-LAGI~

                         

Kau melihat apa?

Langit yang sama dengan aku kah? Langit seperti ini?

Seperti apa dimatamu? Langit cerah dengan rimbun pepohonan atau langit yang tenang dengan hembusan sepoi angin? … bagiku langit mendung dengan gerimis yang rincak.

Ahh aku terlalu banyak bicara, maaf.

Langit itu layaknya kotak Pandora, bukan hanya langit sepertinya alam bagiku kotak Pandora; tak masuk akal tak bisa ditebak seperti manusia, juga.

Manusia .. hummm, aku juga manusia.

Aku meracau lagi, maaf lagi.

Alam yang tenang tapi siapa yang tahu bahwa  mungkin besok akan banjir. Mungkin besok akan gempa.

Sinar yang menyinari jendela kita setiap hari tapi kita tak pernah akan tau seberapa menyilaukannya.

Dan juga Hujan yang  turun tapi kita tak tahu sampai kapan akan turun mungkin seharian; seperti hari ini

Manusia yang bernafas, siapa yang akan tahu ....

Ah itu mengerikan, hentikan !! maaf lagi; aku mengacau.

Hei kamu, dengarkan !!! aku sedang berbicara !! ah bukan; maksudku … attention please.

Kamu siapa? Aku hanya manusia. Bisakah kita berbagi kebahagiaan? Atau kesedihan?Tidak bisa, itu hanya dilakukan oleh sekelompok orang; bukan aku yang berbicara hanya mengutip.

Seperti matahari yang akan terbenam kemudian terbit esoknya, maka waktu yang berlalu bagai kilat; dan datang dengan kotak Pandora lainnya, tak terduga tapi terjadi dan rumit juga asyik.

Bagaimana? Apakah kisahmu juga kotak Pandora? Atau hanya aku?

Siapa aku yang layak bertanya pada manusia? Aku hanya tokoh yang ditulis bahkan tidak bernafas dengan sendirinya hanya dihidupkan dalam cerita tentang kotak Pandora oleh seorang manusia lainnya. Rumit lagi, racau kembali, maaf sekali lagi.

Cukup disini, kotak Pandora akan selesai disini tapi tidak hari ini; aku hadir di setiap waktu yang berlalu di setiap ketidak tahuan yang kau bayangkan. Sebuah kejutan bisa baik juga buruk, tergantung.


SELESAI

24 Mar 2013

[Notes] Episode Gelap-KU


Aku menemukannya terseguk-seguk menangis sendiri disamping jembatan, melihatnya seakan-akan aku tersedot ke dunianya, dunia kelam yang ia huni sendiri.
Aku menghampirinya dan bertanya “ kau tidak apa-apa?”
Dengan mata sendunya ia menatapku, dan kembali menangis tersedu-sedu dengan kerasnya sambil memeluk boneka yang menutupi seluruh wajahnya.
Aku diam dan terpaku, apa yang terjadi? Pikirku... selama ini dia hanya bercerita bahwa ia tak percaya dengan dirinya dan bagaimana ia tak menikamati hidupnya, apakah itu yang terjadi hari ini? Sebanyak apa hal itu melukai batinnya hingga bisa membuat dia menangis sejadi-jadinya seperti ini, aku bahkan bisa merasakan kepedihan dari tangisannya.  
“Bob ... Are you okay?” aku mencoba kembali bertanya dengan hati-hati.
“Aaa...ku tak tahu sist, aku hanya merasakan sakit yang teramat sangat, batinku terluka ... jiwaku mungkin akan terancam... apakah kau pernah memikirkan untuk menabrakan dirimu di jalan ketika kau putus asa? Atau berusaha untuk menghilang? Saat ini itu yang aku inginkan...” terbata-bata dia mulai membuka mulutnya dengan enggan.
“Separah itukah bob? Aku mungkin hanya menjalani prosesi biasa kalo ada masalah, yah seperti kamu tahu ... berbicara denganmu dan mencari solusi terbaik” aku berujar dengan halus.
“aaaaahhh ... apakah ini yang tuhan yang berikan ketika aku meminta sebuah kekuatan ... ketika aku meminta kesabaran ... sebuah masalah agar aku bisa belajar???? Apakah begitu sist? Aku bahkan aku hampir tak bisa bernafas tercekik oleh orang-orang yang menghakimiku dengan seenaknya ... saat aku tak bisa belajar dengan baik untuk yang satu ini” dengan frustasi dan air mata berurai dia menatapku, menunggu jawaban lain dariku.
“Tenang bob, hidup memang terkadang seperti ini ...tidak seperti yang kita inginkan, mungkin kau saat ini akan melewati salah satu episode gelap dari mozaik perjalannmu” ujarku dengan positif.
“sist, kau tak mengerti ... aku hanya tak ingin dihakimi tanpa aku bisa memberikan penjelasan, bahkan membuka mulutku untuk sepatah kata pun aku tak bisa” sesalnya dengan tangisan tanpa suara, sungguh menyayat kalbuku. “Apakah aku tak berhak bicara sist? Apakah aku tak berhak hidup dengan layak? I’m human too,sist!!! Aku juga punya rasa buat marah, untuk kesal dan mengelak!!! Apakah ini ADIL ketika mereka menentukan hidupku, mereka bukan tuhan!! Mereka hanya antek-antek devil yang hanya bisa mencerca orang dengan seenaknya...” tangisnya benar-benar terhenti dan terganti dengan kemarahan dimata merahnya.                          
“peran antagonis di episode ini sangat banyak sist, aku hanya menjadi protagonis yang kalah... dan ini salah satu episode tergelap-KU ”
“Bob, setiap orang punya episode-episode yang bahkan kau tak bisa bayangkan ... semua hal itu alami, kau akan menjalani ini dengan baik pada akhirnya, be strong bob ! ” ucapku dengan senyum kaku, menasehati diriku yang lainnya.


My notes :
Setiap orang punya karakter diri yang berbeda antara satu dan lainnya, bahkan beberapa orang beberapa karakter dalam dirinya ... seperti sisi baik dan sisi buruk. Ingat sybill? Atau billy dengan 24 karakternya? Ehm, sepertinya itu secara psikologis terlalu parah tapi jika alterego pasti semua orang punya di setiap moment-nya, begitupun aku ... “Sist and Bob, side of me” ( kisah lain-KU

20 Jan 2013

[part 1] My Short Obsession -.


My short obsession :DD

Lagi-lagi aku berbicara tentang obsesi, kembali

Memang banyak hal yang manusia inginkan, banyakkkkk sekali termasuk aku...
My short obsession, why? Karna memang obsesi-ku kali ini tidak bertahan berbulan-bulan samapai menahun, ada masa kadarluarsa yang  terbilang hanya minggu berbilang (program jangka pendek).  Aku pernah nulis kalo aku anime addict, termasuk diantaranya the legend of aang, Naruto, death note, kukira akan berakhir di masa aku high scholl tapi salah ... ckckck. Beberapa minggu ke belakang aku terserang virus hunter x hunter TT___TT anime yang ada sekitar aku kelas 4 SD, masih inget? Gon dengan pancingannya, killua dengan papan luncurnya, leorio sama kacamata boboho-nya dan tentu saja kurapika ama jubahnya dan mata merah menyala (masih bingung sama kurapika dia cewek atau cowok, dulu kiranya dia cewek ternyata cowok XD) . back to story, awal gejala virusnya – aku tertarik sama temen kuliah yang suka nonton H x H dikelas, iseng-iseng minta- dan keterusan. Excited banget liat anime yang bertahun-tahun ga aku tonton (lebe -.-“) liat 4 sekawan sudah berkembang dengan kemampuan mereka khususnya di bidang nen mereka, especially jenaka banget liat pertengkaran Gon vs Killua :D.

Oke pada akhirnya aku terlibat dengan masa per-download-an yang panjanggggggggg, ditambah mungkin internet connection-ku yang lemot juga T____T itu masa sulit sampai kau bisa melihat anime berdurasi 30 menit. Kenapa bisa addicted kaya gtu? Entahlah Cuma suka dan mengalir, di setiap episode  seperti ada yang harus kau ketahui dan untuk tau itu tontonlah episode berikutnya rasanya tiap akhir episode ada yang bilang gitu.


Kemampuan nen, ten, dan hatsu mereka sangat menarik kaya pengetahuan dunia nyata wkwkwk. Salut juga sama persahabatan mereka, mereka nunjukkin-nya ga lewat kata tapi lewat action nyata bahkan dengan pertaruhan nyawa hanya untuk menyadarkan seseorang *prok prok*dan satu hal aku suka ama sikap yang diambil gon yang bahkan tidak killua perkirakan J kadang ga masuk akal, tiba-tiba tapi tepat. 



Kalo dipikir-pikir Hunter X Hunter mirip ama Naruto, kalo di Naruto kekuatan ilmu dalam itu cakra; kalo di H x H namanya nen, tokohnya sedikit ada kemiripan gon yang mencari ayahnya; naruto yang ingin jadi hokage seperti ayahnya; killua itu layaknya sasuke penuh pemberontakan; banyak hal lainnya yang bakal kau sadari kalo nonton or baca keduanya *just my think* . sampai pada H X H di Greed Island eps 13 aku mulai kehilangan fokus karena short obsession yang lain dan mulai ngaret buat download ni anime `J’ tapi episode 14 berakhir dengan damai dan ternyata yang bagian chimera arts (lanjutan Greed Island Hx H) belum diproduksi dan Cuma ada komiknya az -.-“ HxH emang ga setenar Naruto jadi kemungkinan para HXH addict harus menunggu kelanjutannya dengan sabar especially me(kalo udah ada lanjutannya kasih tau yah :D).

Oke sampai disini bincang-bincang kita. Kita? bagaimana dengan Short Obsession kalian? Ada yang angin-anginan kaya aku ? J bagi yang mau download silakan kunjungi reghywsubs
Oia setelah mengikuti tes nen online aku type tokushitsu. :D

31 Des 2012

Letter To sist :3


Dear sist

Akhirnya sampai di penghujung tahun sist-ku
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat tanpa kukira, rasanya seperti kau ditinggalkan kereta api di stasiun dan itu kereta terakhir yang ada. Atau bisa seperti bunga yang mekar di pagi hari dan kemudian layu di senja hari.

Be positif, orang banyak bertanya .. apa resolusi-mu di tahun 2013?

Tapi aku ingin bertanya ... apa yang sudah kau capai di tahun 2012?

Berapa banyak hal yang kau lakukan?

Berapa buku yang sudah kau baca, dalam seminggu atau mungkin dalam sebulannya?

Pencapaian memang bukan segalanya, proses menjalaninya lah yang penting. Bagaimana kau belajar dari sebuah situasi yang rumit, dari sebuah hal yang tak bisa kau tangani atau keadaan dimana kau merasa sangat bahagia.

Aku? Bagaimana denganku di penghujung tahun ini?

Berbeda dari tahun kemarin memang, hanya  di depan televisi menyaksikan NOAH dan artis-artis lainnya. Oia aku juga nonton SM*SH J, bagaimana denganmu sist?  Di rumah kah? Atau car free night atau mungkin pesta kembang api?

Sukacita dimana-mana... begitu hangat, jalanan macet ... angkutan umum berdesakan ... semuanya seperti akan menyambut tamu agung dari negeri nan jauh dan sangat terhormat. Kalau saja setiap hari taun baru J.
sekian

"Miss"
your sista 


10 Nov 2012

[Story] Tentang 5W1H & " , "

Akhir-akhir ini apa yang terjadi?



Sudah lama tak menulis ... ada banyak hal, aku tak mengerti hanya mengikuti alir mengalir ... bukan tak ingin berbicara tapi akan lebih baik jika hanya diam. Apakah itu salah? Menurutku itu jalan terbaik, daripada semuanya bertambah buruk dan tak terkendali ... aku memang tak ada dalam arus gelombang itu hanya tetap saja arusnya akan sampai ke tepi pantai sekalipun, begitu adanya kan?. Selalu hal yang berulang setiap kali suatu hal muncul ke permukaan... adakah yang salah? Bagaimana adanya? 5W1H ... pola yang akan muncul ketika terjadi sesuatu, apakah bosan? Tidak hanya selalu bertanya apa yang harus dikatakan untuk semuanya terlihat baik dan selesai, bisakah setiap saat seperti itu ... semoga saja.



Sepertinya kita semua membutuhkan “ , “ (koma-jeda) bertanya dari hati ke hati ... we need but ... sekarang terasa menjadi hal yang mustahil, 5W1H kembali berujar. Dulu ketika semuanya tak memerlukan 5W1H everything is good, everything is right ... sekarang malah seperti menjadi duri yang tertanam, begitu sakit melihat kenangan hanya menjadi kenangan dan tak punya kekuatan akan sebuah ikatan. Berapa lamakah untuk membuat kenangan punya kekuatan sebuah ikatan ukhuwah yang erat? 10 tahun kah? Atau masih kurang?.

Aku memang orang yang selalu melihat masa lalu sebagai kiblat pikiranku, menjadikannya mazhab dalam setiap hal, menjadikanku tak pernah bisa berdiri tegak. Apalah dayaku bila memang itu menjadi passion hidupku “menghargai setiap kenangan, menerimanya dan mengenangnya”. , kekanakan bukan? Biarlah aku hanya tak ingin orang mengaturku untuk menjadi apa aku ini. selalu itu yang aku katakan, dukunglah aku untuk menjadikan kata-kata itu menjadi sebuah hal yang manis dan nyata kawan.

Maaf untuk segala hal yang tak bisa kuungkap, biarlah menjadi sebuah penggalan cerita hilang.

Bisakah kita seperti dulu ? , menangis saat akan berpisah ... sumringah ketika bertemu sapa ... masa yang indah, terkadang aku berharap bisa kembali ke masa itu. Masa semuanya tak serumit hari ini, hari dimana banyak berlari, masa itu; masa dimana semua berbagi, semua berbicara, ada sensasi ketika kau mendengar kisah seseorang.. ada kisah-kisah yang tidak akan pernah kita duga akan kita dengar.  Dalam teori sosialku aku selalu menerapkan hukum Newton III F aksi = - F reaksi ketika kita ingin didengar maka mendengarlah, aku hanya tak ingin berteriak-teriak agar orang mendengar ... membiarkan aku berbicara ketika waktunya itu cukup.

Hari ini, mari akhiri dengan tenang. Tak ada hal yang terjadi, walau berlari sangat melelahkan untuk saat ini.

3 Nov 2012

[Story] Jawaban untuk "Sista Di Ujung Siang"


Siang yang terik, udara yang menghangat tapi diselingi awan mendung jauh di barat langit ... membuatku bergegas untuk pulang. Perjalanan terasa memanjang melewati lorong-lorong kelas yang sepi walau sebenarnya tidak semua kosong hanya sepi sesekali, kami berjalan beriringan berceloteh tentang banyak hal. Sista tiba-tiba berujar aku tadi malam tiba-tiba memikirkanmu...” dengan ekspresi serius santainya.

“benarkah? So sweet ... kenapa begitu tiba-tiba? Hal yang baikkah? Atau ...” aku mencecarnya dengan berbagai statement dan mengakhirinya dengan sebuah potongan kata.
“aku kira sepertinya kau berfirasat buruk tentangku, bukan begitu sist? “ aku melanjutkan dugaanku tentang firasat yang dia dapat. “ yeah not good memang, entahlah begitu tiba-tiba ... kemarin kau terlihat sangat tidak bersemangat, terlihat sangat lelah “ dia berkelakar tentang pikirannya.
 
 Flashback~ yesterday, at canteen
“hey, how are you? Keliatannya tidak baik, banyak pikiran? Ada masalah?” sista menegurku di tengah lunch season kami.
“apakah terlihat seperti itu? Sangat jelaskah?” aku tertawa sesaat dengan pertannyaannya yang begitu tiba-tiba dan sangat mengena. “nothing special ..” ungkapku sambil tersenyum akhirnya, mengakhiri sesi tanya jawab tentangku.

“apa yang akan terjadi padaku yah? Akhir-akhir ini memang terasa berat” seperti apa ekspresiku, aku pun tak mengetahuinya.

“Seharusnya kau bisa lebih terbuka, bercerita tentang apa yang kau rasakan, jangan menyimpan masalahmu sendiri” Sista menasehatiku dengan beberapa kata aadalannya, tapi kalian tau sendiri kawan, soal yang satu ini aku paling egois dan keukeuh “its my private” teguhku dalam kalbu.

“ aku sudah katakan sist, tak ada yang perlu aku katakan ... tak ada masalah besar ... bahkan aku pun tak tau apa yang menjadi masalahku .. hahha” ujarku dengan tawa membahana.

“your mean? “ dia sekali lagi mengerutkan keningnya, tidak mengerti apa yang aku bicarakan.

“kamu ngomong bahwa aku jangan menyimpan masalahku sendiri, nah masalahnya its not a problem hanya aku saja yang terlalu mempermasalahkan beberapa perkara yang sebenarnya sepele” mimik mukaku berubah menjadi serius cederung tertekan sepertinya. “hanya bercerita tentang apa itu? Apakah begitu sulit bagimu? “ sekali lagi dia mengerutkan keningnya, tak habis pikir tentang karakter yang aku punya.

“menurutmu itu memang mudah, bagiku? Manusia tak selalu sama sist, aku memang mempunyai karakter yang payah ‘it my think’ sangat introvert kalau menyangkut masalah pribadi, hanya Tuhan dan aku yang tau tentang semua ceritaku, baik itu senang, sedih, tangis, tawa, bahagia, jatuh, bangun ... aku selalu berpikir manusia selalu bisa berpaling, manusia bisa saja tak memahami, manusia bisa saja tak mendengar apa yang kita ungkap, aku paham bagaimana rasanya ketika seseorang bercerita, kadang ada rasa amazing, haru, dan banyak hal lainnya ......aku hanya meghindari hal terburuknya” kalimat yang menggantung, aku mencuri pandang melihat air mukanya ... apakah sista akan berbalik dan memunggungiku dengan bosannya?. Entah apa yang ia pikirkan, itu kataku sist ... memang menangis tanpa suara sangat menyakitkan ... tapi lebih sakit kalau kita terlihat lemah .. terimakasih kau telah bertanya padaku itu sangat berharga, memang terlihat sepele tapi kepedulian selalu jadi antibiotik bagiku daripada terlihat tak peduli J.


- Keep smile, dont always save your problem your self - @sista


30 Okt 2012

[Story] InterMezzo :D


Anneyong haseyo :D, holla readers J

Kaifa haluk? ...

Akhir-akhir ini ga bisa memperbaharui blogku L
Hari-hari terakhir ini diisi dengan KULIAH kuliah dan KULIAH ...
Dari matahari terbit sampe terbenam *ehh (seriusan tapinya ) praktek bejibun dengan jurnal dan laporan setiap minggu, but life must go on J
SEMANGAT .. SEMANGAT .. #alaFULLhouse 

INTERmezZo :D







Setelah praktek berjam-jam kita mendapat hasilnya ... FILLERS sabun ~~~


#nyempil     KKK~~

11 Okt 2012

Cerita gantung, titik #Notes


Aku termakan bualan kisah novel lagii, memang itu bukan kesalahan si pengarang, itu murni kesalahan ku yang berlebihan mendalami hanya untuk sebuah cerita. Tapi tetap saja aku tak bisa mengendalikan pikiranku, semuanya tak terkontrol, kacau, seakan hidup yang kujalani seperti kisah cerita yang kubaca tapi bedanya selalu berakhir bukan dengan happy ending beberapa selalu tergantung, entah akan jatuh atau terbang ke langit atau mungkin terjun bebas. Dia membuka sesi curhatnya dengan sedikit ceramah kisah hidupnya, aku termangu dengan tangan yang memangku dagu persis seperti Dalton dengan gaya salah satu sesi  fotonya yang terkenal. Mengorek telingaku beberapa kali, membersihkan kacamataku yang terkena debu, aku melakukan semua itu selama ceramahnya belum berakhir.

“aku bodoh, bodoh, kenapa melakukannya? Seharusnya aku tak seperti itu ...!!! memalukan.. apa yang akan orang pikirkan ..” dia menggerutu sambil memukul-mukul kepalanya, dan sedikit menjambak rambutnya yang sudah kusut dan sentuhan akhirnya menutup mata didepanku.

“hei untuk apa menyakiti tubuhmu? Kau akan menyakitiki tubuhku juga.. hentikan!!!” aku menghentikan gerakan tangannya yang sudah mulai tak terkendali.

“hei kawan, kenapa aku selalu mengingat hal-hal yang buruk ? ketika aku sedang diam tiba-tiba berbagai ingatan-ingatanku kembali... membabi buta menyerang memory-ku, membuatku harus menonton ulang kilasan ingatan yang harusnya kulupakan, tapi itu malah membuatku merasa salah dengan apa yang kulakukan, ... aku tak bisa menyortir ingatan-ingatan itu” dia termenung dengan helaan nafas yang panjang. “apakah kau pernah mengalaminya kawan? Ingatan yang kembali seperti mimpi buruk yang tak pernah berakhir... hal yang kau sangat ingin lupakan tapi di saat tak terduga datang dengan membabi buta, pernahkah kau mengalaminya?” Dia bertanya dengan gencarnya kepadaku bahkan memegang kedua pundakku.

“kenapa kau selalu kembali dengan masalah yang sama, maksudku dengan cerita yang sama” aku menghela nafas tak kalah panjang darinya.

 “aku selalu tak mengerti apa yang sedang kau pikirkan, atau kau lakukan, aku akui terkadang kau aneh dengan semua sikapmu dan membuat orang-orang menjaga jarak denganmu” sambungku dengan sikap yang manis dan hangat, aku tak ingin dia merasa tak mempunyai siapapun disampingnya, setidaknya aku masih selalu ada untuknya walau semua orang berpaling dan memunggunginya ketika dia membuka mulutnya untuk bercerita.

“iya aku memang menjaga jarak dengan lingkunganku, itu bukan karna semata-mata karna aku yang menginginkannya tapi karna keadaan yang mendorongku seperti itu, aku merasa dunia kami berbeda, bahwa aku tak mungkin memasuki hal yang tidak aku mengerti dan bukan gayaku” dia menjelaskan alasan sikapnya selama ini dengan merengut.

“apakah itu karna lingkungan sekolahmu dulu? Atau lingkungan rumahmu?” tanyaku memastikannya. “bisa dibilang seperti itu, karna dari kecil aku jauh dari orang tua, kedekatanku dengan mereka pun agak kaku ... mungkin kedengarannya aneh tapi memang begitulah, dari sana juga aku menjadi tak bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan baruku karna masa adaptasi yang keras di sekolahku dulu” dia bercerita dengan panjang lebarnya sambil sesekali melirikku.

Aku memutar otakku, mencerna apa yang ia baru sampaikan. “apa cerita yang kamu sebut seperti novel? Kisahmu yang mana?” sekali lagi aku bertanya tentang apa yang dia ceritakan, “semuanya, kadang aku bisa memposisikan diriku sebagai pemeran pembantu tokoh utama, atau kadang ceritaku aku ibaratkan seperti kisah disana, entahlah ... semua novel yang kubaca sepertinya merupakan mozaik-mozaik hidupku, aku mungkin punya karakter seperti rahmi *Cintapuccino*  malah menghindar ketika menyukai seseorang, tapi tidak di sifat yang lainnya, aku mengibaratkan semua kejadian kebetulan yang aneh dengan pertanda #RahmiBanget atau mungkin seperti Ikal dan Arai di “Sang Pemimpi“ yang mimpinya sangat indah dan terlampau tinggi tapi happy ending di Edensor, aku? Pengen banget jadi backpacker ... tapi selalu kesandung masalah sepele yang akhirnya tergantung di langit-langit planning-ku .____. Atau aku akan berakhir seperti Alimah atau Riri (The Fallen Angel) semoga aku menjadi pribadi seperti Riri, banyak hal lainnya yang kuibaratkan dengan cerita orang... aku memang punya alterego sepertinya :D” dia mengakhirinya dengan helaan nafas yang tak kalah panjang dari cerita sebelumnnya. “ouhh.. complicated banget masalah lo, tapi apa yang membuatnya jadi bermasalah? Rasanya ga ada salah sis..” aku mulai memakai bahasa alay bin gaul :D

“ahh lo ini lemot ya, apaan pake bahasa gituan lagi “ dia mulai menyindirku dengan kata-kata yang kupakai tadi, mulai menyebalkan memang -____-. “masalahnya endingnya yang selalu kutebak-tebak, ga pernah punya jalan keluar sendiri agak menyedihkan memang ... tapi satu hal jangan pernah kamu MENGASIHANI-ku!!! Aku benci orang yang berkata ‘kasihan’ kepadaku , cukup aku saja yang akan menyelesaikan semua ending cerita-cerita gantungku ... cukup aku” dia berbicara dengan segala ego-nya. “Kenapa kamu membenci orang berkata ‘kasihan’  kepadamu? “ aku bertanya dengan keheranan, “aku merasa gagal menjadi diriku, itu alasanku” dia menjawabnya sambil berlalu dari hadapanku.

Aku terdiam, mungkin ini cerita menyakitkan ... pengalaman yang ingin dia lupakan, aku hanya ingin menjadi pendamping cerita-ceritanya ... menjadi pendengar kisah-kisah lamanya, mungkin aku akan mati kebosanan, mungkin aku akan kelelahan, atau apapun ... aku akan tetap ada di sampingnya ... itu hal mutlak yang bisa kulakukan, aku melihatnya berlalu dari hadapanku perlahan aku-pun mulai menghilang dari cermin.

Cerita sore itu menggantung di hadapan cermin, di sebuah halaman blog, di sepucuk kertas menguning

"B"


5 Sep 2012

Pikirku, kemarin #Notes


Dia berbaring di hadapanku, seperti biasa hari ini jadwal konsultasi psikis-nya kepadaku kalau orang sih biasa menyebutnya dengan istilah curhat .. KKK~~~

“hei kawan , i’m back Jcengirnya dengan lebar.

“yes, i know, dari tadi aku sudah melihatmu “ aku memasang muka  masam memandangnya.

“heh kamu, untuk apa berbaring di lantai? Di lantai sangat dingin aku tak ingin masuk angin gara-gara kamu” cecarku.

“ahh sudahlah, tak usah memikirkan aku “ gerlingnya ke arahku.

“ckckck... orang frustasi memang punya kekebalan tubuh yang bagus” . Pasien didepanku ini memang langka, kekebalan tubuh dan mentalnya bisa berkali-kali lipat kalo sudah ada sesuatu yang dipikirkannya, a limited edition person.

“hei kawan, apakah aku terlihat seperti orang yang menyedihkan? Ehm... i feel so bad today” ungkapnya.

“apa memang yang membuatmu terlihat menyedihkan? Your style? Your passion? Your attitude? Or ...? “ aku bertanya untuk statement yang tadi ia ungkapkan.

all of me, of course” dengan mantap dia menjawab.

“ ouhhhhh... memang agak menyedihkan hidupmu, sampai-sampai dirimu sendiri tidak percaya atas apa yang kau punya... ckckck so bad” jawabku dengan tak kalah mantapnya.

“your mean? Aku terlihat menyedihkan karna diriku sendiri?  Kau bercanda ... haha” tawanya membuncah tapi sesaat dia memandangku dengan tajam.

“hei... jangan berkata seperti itu kepada orang yang ingin bercerita padamu, bahkan dia (aku) mengorbankan segala keangkuhannya untuk bercerita padamu” cecarnya dengan emosi.

“eitsss... memangnya kau tidak mengerti maksudku, maksudku BAHKAN DIRIMU SENDIRI TIDAK MENGHARGAI APA YANG ADA DALAM DIRIMU, ALL OF YOU. Bagaimana bisa orang memandangmu bila kau sendiri tidak meyakininya” aku berpaling dengan emosi.

“ehm.. masuk akal, jadi aku harus menghargai diriku sendiri kan? Tak harus terpengaruh dengan apa yang orang katakan tentang style-ku, about my passion, about my attitude” sekilas bayangan haru terlihat di ujung matanya.

“THAT’S RIGHT” aku berusaha memberika saranku yang terbaik untuknya.

“ hei kawan, kadang aku berpikir ‘aku sudah terlalu lelah dengan segalanya, terhadap apa yang orang pikir, ingin mengakhirinya’ kadang terlintas pikiran itu” embun di matanya tak jua hilang.

“liat nadi di tanganku, sangat jelas terlihat... sangat mudah membuat cerita hidupku  jadi lebih pendek. Tapi itu akan sangat menyakitkan ... dan aku tak ingin sesuatu yang menyakitkan, pada akhirnya aku hanya takut melakukannya. Haha alasan konyol memang, manusia tetap saja takut” dia hanya menutup mata saat bercerita.


Aku hanya tertegun dengannya ...

“kau sangat aneh ... ” aku hanya geleng-geleng tak percaya.

“kau tidak usah sekagum itu denganku kawan ... aku hanya memikirkannya tak pernah benar-benar menginginkannya... aku masih mempercayai Tuhanku yang akan selalu mengasihiku dan akan memberikanku jalan keluar yang terbaik, just only me and my God” wajahnya kembali berseri dengan tenangnya.

“be carefull” aku hanya bisa mengucapnya dengan lirih.                            

Pada akhirnya aku terbangun di depan cermin di lantai yang dingin dan menatap sunyi yang hilang, pikirku kemarin.