Tampilkan postingan dengan label BUKU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUKU. Tampilkan semua postingan

3 Jan 2023

Jangan Berhenti Bermimpi

Angin berhembus begitu riuh

Pagi yang damai

Matahari memulai hari dengan cerahnya

Manusia berkejaran dengan waktu untuk hidup

Ada mimpi di setiap deru nafas

Membuncah dengan semangat pagi

Begitulah hidup

Ada mimpi yang terus berjalan

Membawa manusia berlari tak terhingga

Kicauan burung meracau bersaing dengan bising jalanan

Semesta berotasi tiada henti membawa setiap harapan

Harapan dan mimpi 

Beriringan dengan mesra 

Ada sebuah kutipan 

"Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu" 

Disinilah aku sekarang menulis sebuah mimpiku

Aku ingin menulis!! 

Menulis mimpi dengan memulai sebuah sarapan di pagi hari

Sebuah sarapan bisa kau lakukan menjelang siang

Tak ada yang terlambat selagi kau lapar dan kenyang dengan asupan makanan

Begitupun dengan sebuah mimpi

Tak ada yang terlambat

Ayo kita bermimpi 

Mulailah dengan menulisnya dalam benakmu

Kau akan merasa hangat

Dan tersenyum mengingat semua mimpi yang kau bayangkan akan terjadi

Di halaman ini kau harus berdamai dan memulai lembaran baru

Dengan senyuman 

Berbahagialah

Karna bermimpi membuat kita berharga 



11 Sep 2021

YANG GALAU YANG MERACAU

Masih tentang buku, kali ini aku membahas buku yang terbit sekitar 10 tahun yang lalu tentu bukan buku yang sangat terkenal seperti laskar pelangi tetapi buku ini membuka jalanku untuk menulis semua kegelisahan dan keresahan dalam bentuk fiksi.

Buku ini berjudul "YANG GALAU YANG MERACAU - curhat (tuan) setan" karya Fahd Jibran, dari judulnya saja kita tau bahwa buku ini akan dikategorikan sebagai yang karya yang dekat dengan generasi milenial pada masanya. Buku ini menarik karna berbeda dengan buku sebelumnya aku baca yang biasanya punya plot dan alur dalam ceritanya, walau buku ini dikategorikan sebagai kisah fiksi tetapi gaya penulisannya bebas dan lebih seperti dongeng dan cerita pendek dengan berbagai pertanyaan kritis yang bikin galau. Buku ini dibagi berdasar judul dan tema lengkap dengan soundtrack lagunya, aku rekomendasikan bila kalian ingin membacanya dengarkan bersama lagu yang sedang dibahas dalam tema tersebut.

Setiap tema diceritakan tuan setan dan Rayya selalu memiliki percakapan dan tanya jawab yang alot dan saling bertukar pikiran, rasanya ketika tuan setan mendebat Rayya kita sebagai pembaca juga diberi pertanyaan dan ceramah sama tokoh tuan setan dalam buku ini. Aku sebagai pembaca rasanya diajak bertukar pikiran bersama mereka, asyik banget seolah kita mendadak jadi filsuf hidup. 

10 Sep 2021

Laskar Pelangi

Mari kita berbicara tentang "Laskar Pelangi" yang menjadi bagian dalam " my version of the Greatest Book". 

Banyak daerah di indonesia yang masih jauh dari kata layak bila dibandingkan dengan kota-kota besar dalam hal pendidikan. 

Bahwa kita semua yang mengenyam pendidikan dengan mudah harus bisa mensyukurinya, ketika melihat laskar pelangi kita bisa melihat geliat menuntut pendidikan yang sangat tinggi, bahwa mereka ingin terus berkembang setiap hari pergi sekolah walaupun harus menempuh puluhan kilo bahkan dengan keadaan yang tidak memungkinkan. Tapi yang membuatnya lebih terasa spesial adalah bagaimana mereka menikmati saat-saat bersekolah, bermain dan menjalani kehidupan dengan rasa syukur yang sama seperti kita pada umumnya walaupun dengan semua keterbatasan. Sekolah yang hanya sepuluh orang, kelas yang hampir rubuh yang setiap hujan bocor, dan ketika ujian harus menumpang ke sekolah lain karna kurangnya siswa. 

"Belajar adalah hiburan yang membuatnya lupa pada seluruh penat dan kesulitan hidup. Buku baginya adalah obat dan sumur kehidupan yang airnya selalu memberi kekuatan baru agar ia mampu mengayuh peda menantang angin setiap hari. – Lintang"

"Hidup bisa demikian bahagia dalam keterbatasan jika dimaknai dengan keikhlasan berkorban untuk sesama. Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya - Pak harfan" 

Ada banyak "Lintang" lainnya di Indonesia yang tidak bisa menikmati pendidikan karna keadaan, tidak tersentuh oleh pemerintah; mereka yang harusnya menikmati masa kecil dan pendidikan tetapi harus dipaksa menerima keadaan.