Tampilkan postingan dengan label Kimia Tekstil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia Tekstil. Tampilkan semua postingan

18 Sep 2015

Mari Menghilang !!!!!

Kali ini pengen update blog walaupun sebenernya lagi sibuk skripsi-an #modus
Maksudnya saya sedang butuh semangat untuk skrip-sweet hahaha makanya mau sedikit melemaskan otot dengan menulis tentang LIBURAN !!!!
Waktu bulan juni 2015 aku bersama kawan sepenanggungan (sesama butuh liburan) memutuskan untuk liburan dengan budget yang minim tapi maksimal J J
Awalnya Cuma iseng mau ke rumah saya (mulai bipolar dengan saya aku *abaikan*), tapi akhirnya acara ke rumah saya jadi Cuma bermalam XDXD. Pantai yang kami tuju tak lain adalah pantai pangandaran, why? Because it not to far from bandung ... kita karena acara nya memang murni rendah budget makanya semua serba mendadak, mulai dari kapan sampai apa yang dibawa.
Oke kita mulai perjalanannya, cekidot !!! (jangan berhenti sampai bawah, just dont!)

Keterangan : sebelum berangkat, sedang nunggu neng santi, dan ini di Mesjid :O membunuh waktu dengan foto, yeah not bad XD








9 Mar 2013

[ Artikel ] Daun Katuk Sebagai Zat Warna Alam


Menurut sumber diperolehnya zat warna tekstil digolongkan menjadi 2 yaitu: pertama, Zat Pewarna Alam (ZPA) yaitu zat warna yang berasal dari bahan-bahan alam pada umumnya dari hasil ekstrak tumbuhan atau hewan. Kedua, Zat Pewarna Sintesis (ZPS) yaitu Zat warna buatan atau sintesis dibuat dengan reaksi kimia dengan bahan dasar ter arang batu bara atau minyak bumi yang merupakan hasil senyawa turunan hidrokarbon aromatik seperti benzena, naftalena dan antrasena. (Isminingsih, 1978).
Pada awalnya proses pewarnaan tekstil menggunakan zat warna alam. Namun, seiring kemajuan teknologi dengan ditemukannya zat warna sintetis untuk tekstil maka semakin terkikislah penggunaan zat warna alam. Keunggulan zat warna sintetis adalah lebih mudah diperoleh , ketersediaan warna terjamin, jenis warna bermacam macam, dan lebih praktis dalam penggunaannya Meskipun saat ini penggunaan zat warna alam telah tergeser oleh keberadaan zat warna sintesis namun penggunaan zat warna alam yang merupakan kekayaan budaya warisan nenek moyang masih tetap dijaga keberadaannya khususnya pada proses pembatikan, perancangan busana dan pewarnaan tekstil pada umunya. Kain yang menggunakan zat warna alam memiliki nilai jual atau nilai ekonomi yang tinggi karena memiliki nilai seni dan warna khas, ramah lingkungan sehingga berkesan etnik dan eksklusif. Hal ini bisa dijadikan peluang usaha bagi masyarakat luas yang dapat memanfaatkan zat warna alam tersebut dengan baik dan bijaksana.
Pada umumnya daun katuk digunakan sebagai sayuran atau lalapan dan dipercaya masyarakat mampu melancarkan air susu ibu dan mempercepat pemulihan tenaga bagi orang yang sakit (Soeseno 1984) tetapi daun katuk tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan saja, berdasarkan  kandungan kimia pada daunnya, daun katuk juga bisa digunakan untuk zat warna alam.


Toksonomi tanaman katuk menurut Backer dan Brink (1963) dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Divisi               : Spermatophyta
Sub divisi        : Angiospermae
Kelas               : Dicotiledoneae
Sub kelas         : Monochleamydae (Apetalae)
Bangsa             : Euphorbiales
Suku                : Euphorbiceae
Marga              : Sauropus
Jenis                 : Sauropus androgynus L Merr

18 Jun 2012

Pengetahuan Evaluasi Tekstil, Pentingkah?


Kebutuhan sandang menjadi kebutuhan yang sangat premier bagi manusia dari zaman dahulu sampai saat ini, maka dari itu pemilihan sandang untuk pakaian pun menjadi hal yang penting atau bahasa ilmiahnya adalah evaluasi tekstil. Evaluasi tekstil  adalah pengetahuan untuk menilai mutu dari bahan dan produk tekstil secara fisika dan kimia tetapi bagi masyarakat umum evaluasi tekstil secara sederhana bisa dilakukan di tempat secara sensoris.